Ini Suasana Saat Ratusan Perwira Polri Ikut Tes TOEFL di Universitas Gunadarma

Asisten SDM Kapolri Irjen Pol. Arief Sulistyanto saat meninjau pelaksanaan tes TOEFL bagi perwira polisi yang akan mengikuti Sespimmen, di Universitas Gunadarma, Depok, Sabtu (7/3)/Foto: Humas Polri

Jakarta,Sayangi.Com– Perwira polisi yang akan melanjutkan sekolah di Sespimmen Polri, kini harus lulus Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau uji kemampuan berbahasa Inggris untuk mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

“Tes ini akan menjadi pemacu para perwira Polri meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk menghadapi perkembangan tantangan tugas Polri ke depan yang semakin kompleks,” kata Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol. Arief Sulistyanto, saat meninjau secara langsung ujian TOEFL bagi perwira Polri yang dilaksanakan di Universitas Gunadarma, Jl. Margonda Depok, Selasa (7/3).

Sespimmen Polri adalah sekolah lanjutan bagi perwira aktif dengan pangkat minimal Komisaris Polisi (kompol). Kursi yang tersedia di Sespimmen hanya 220, sedangkan yang mendaftar mencapai 466. Menurut Arief, agar bisa lolos seleksi, para calon peserta Sespimmen Polri ini harus lolos 2 jenis ujian, yakni tes assesment dan TOEFL.

Seperti kita ketahui, TOEFL umumnya diselenggarakan dalam 4 bagian, yakni listening comprehension test; grammar structure and written expression, reading comprehension, dan writing test. Tes semacam ini sudah lama diberlakukan bagi mereka yang akan melanjutkan kuliah di luar negeri. Di dunia usaha, tes ini juga sudah biasa digunakan sebagai salah satu persyaratan dalam proses rekruitmen atau promosi jabatan.

Usai berkeliling meninjau para calon peserta Sespimmen yang sedang mengikuti TOEFL, Arief mengemukakan, mereka diambil secara proporsional dari setiap Polda dan satuan kerja di Mabes Polri.

Arief mengemukakan, melihat besarnya animo calon peserta Sespimmen dibandingkan kuota didik yang tersedia, Mabes Polri melakukan seleksi ketat untuk menjamin obyektivitas hasilnya.

Selain mengambil sumpah panitia seleksi, katanya, Mabes Polri juga akan menerjunkan Tim Digital Forensic Puslabfor Polri untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam penggunaan sistem elektronik.