Luar Biasa! Polisi Ubah Lokasi Miras Jadi Tempat Pengajian

    Bripka La Ode Astar menjadi guru mengaji di taman pengajian alquran anak-anak. Sebelumnya, tempat tersehut merupakan tempat jualan minuman keras tradisional dan tempat mabuk-mabukan, namun kini diubah menjadi tempat taman pengajian al quran anak-anak (Sumber: Kompas)

    Baubau, Sayangi.com – Lupakan polisi yang akhir-akhir ini sering Anda sebut berkongsi dengan preman. Lupakan pula polisi yang sering salah tembak atau salah tangkap. Kini ada seorang yang tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi bisa menjadi teladan bagi para aparat lainnya.

    Adalah Bripka La Ode Astar, anggota Polres Kota Baubau Sulawesi Tenggara yang kini menjadi buah bibir, lantaran prestasinya yang berhasil mengubah tempat minuman keras (miras) di Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara itu menjadi tempat pengajian Al-Quran untuk anak-anak.

    Dalam penuturannya kepada wartawan baru-baru ini, Astar menceritakan, tempat pengajian tersebut merupakan milik warga setempat. Dulunya pemilik tempat itu bernama La Aefu. Setiap hari rumah tersebut hanya dijadikan tempat menjual miras tradisional.

    “Awal Januari 2015, saya ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas di daerah Kelurahan Baadia. Memang saya melihat tempat itu menjadi tempat jual minuman keras tradisional dan bahkan ada yang datang dari luar untuk beli minuman dan minum di situ,” kata Astar.

    Tak ayal, tempat minuman itu membuat resah warga sekitar. Apalagi, di tempat itu juga kerap menjadi perkelahian warga yang mabuk minuman keras.

    Parahnya lagi saat siang hari, banyak orang datang untuk minum-minum di tempat tersebut, sehingga menjadi tontonan anak-anak sekitar. Kendati begitu, Astar tak diam saja melihat situasi itu. Bahkan ia sudah tiga kali menegur pemilik tempat agar berhenti menjual minuman keras, namun sang pemilik tetap saja menjualnya.

    “Saya coba bicara dari hati ke hati sama pemilik tempat, ternyata dia juga ingin beralih jualan lain tapi tidak punya modal. Apalagi dia tak punya pengalaman lain,” cetusnya.

    Mendengar cerita La Aefu, Astar berniat memberikan modal kepadanya agar beralih menjual barang lain. Sehingga rumah tersebut tidak menjadi tempat menjual minuman keras.

    “Dia saya beri modal untuk usahanya yang lain, modal saya berikan kecil hanya Rp6 juta. Modalnya ikhlas saya berikan dan tidak ada pengembalian kepada saya. Yang penting, dia berhenti menjual minuman dan tempatnya saya gunakan untuk menjadi tempat pengajian dan teryata dia setuju,” ucap Astar.

    Setelah mendapatkan kesepakatan, pada akhir 2016, Astar bersama lurah setempat dan warga bergotong-royong merenovasi tempat jualan minuman keras tersebut menjadi tempat pengajian Al-Quran.

    Hingga pada awal Januari 2017, tempat yang berukuran 4,5 meter x 7 meter tersebut kini sudah bisa digunakan anak-anak untuk mengaji. Awalnya, hanya anak-anak warga sekitar saja yang mengaji, namun kini sudah sekitar 90 anak mengikuti pengajian Al-Qur’an setiap tiga kali dalam seminggu.

    “Dengan adanya tempat ini warga menjadi senang dan tenang karena tidak ada lagi keributan. Saya bersyukur, dengan adanya tempat pengajian ini ada hasil. Anak-anak sekitar bisa belajar mengaji dengan baik dan akhlaknya juga baik,” kata Astar. (berbagai sumber)