Ibu-Ibu dari SPRI Demo KPK Desak Koruptor e-KTP Dimiskinkan

Ilustrasi: Marlo Sitompul

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan massa yang sebagian besar Ibu-ibu dari yang Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) menggeruduk gudung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut koruptor dalam kasus e-KTP dimiskinkan dengan cara penyitaan seluruh harta kekayaan.

“Masalah e-KTP ini adalah masalah seluruh rakyat Indonesia. Masa dana urus KTP gini aja bisa menghabiskan triliunan,” tegas Marlo Sitompul selaku ketua umum SPRI saat berorasi di depan gedung KPK.

Massa datang ke gedung KPK dengan membawa tiang gantung yang terbuat dari bambu, beserta bunga dan kain kafan. Selain itu, mereka juga menggelar sejumlah poster bertuliskan “Harta Koruptor Untuk Subsidi Sembako Murah”.

Demonstran bergantian berorasi sambil meneriakkan tuntutan sebagai berikut:

Pertama, mendesak pengusutan kasus korupsi e-KTP hingga tuntas.
Kedua, segera Tangkap Semua Koruptor e-KTP.

Ketiga, mendesak pengembalian uang yang dikorupsi kepada Negara (untuk rakyat miskin) dengan cara pemiskinan koruptor.

Keempat, mendesak KPK untuk memberi hukuman yang sekeras-kerasnya kepada koruptor e-KTP, yaitu hukuman mati.

Kelima, mendesak Negara untuk segera mengeluarkan surat pelarangan terhadap partai-partai yang terlibat korupsi e-KTP untuk tidak bisa ikut pemilu.

Terakhir, menetapkan batas waktu pengurusan e-KTP dalam waktu secepat-cepatnya.

“Selain tuntutan, kami juga menyerukan kepada seluruh rakyat di Indonesia untuk melaporkan kelurahan atau jaringan birokrasi yang masih lambat mengurus e-KTP. Semakin banyak kasus-kasus terkuak, semakin baik bagi penegakkan anti korupsi di Indonesia,” tegas Marlo.