Makin Berpengaruh, Ivanka Trump Akan Berkantor di West Wing Gedung Putih

Ivanka Trump duduk diapit Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Justin Trudeau/Instagram Ivanka

Washington, Sayangi.Com– Ivanka, puteri Presiden Donald Trump, akan memiliki kantor di Gedung Putih, kendati dia tak akan mendapat jabatan resmi atau memperoleh gaji.

Berbagai media di AS, Selasa (21/3), mengulas pernyataan seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan bahwa Ivanka akan mendapat ruangan di West Wing -sebuah kawasan strategis di Gedung Putih yang merupakan kantor sekaligus rumah dinas Presiden AS.

Disebutkan, perempuan berusia 35 tahun itu akan mendapat pula akses terhadap informasi-informasi rahasia.

Peran Ivanka kurang lebih akan sebagai ‘mata dan telinga’ Trump dan memberikan nasihat bercakupan luas, kata pengacara¬†Ivanka seperti dikutip media Politico, Selasa (21/3).

Ivanka, yang juga memiliki usaha fesyen dengan namanya sendiri, akan bergabung dengan suaminya, Jared Kushner, yang sudah diangkat sebagai penasihat senior presiden.

Dugaan pengaruh pasangan Ivanka-Jared ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan terjadinya konflik kepentingan. Hal ini juga memicu debat tentang perlunya batas-batas yang tegas antara kegiatan-kegiatan politik dan bisnis keluarga Trump.

Ivanka Trump bersama Kanselir Jerman Angela Merkel saat pekan lalu berkunjung ke Washington/ Foto: EPA

Sejak pelantikan Trump Januari lalu, Ivanka tampak menghadiri berbagai pertemuan dengan para pemimpin dunia, seperti PM Kanada Justin Trudeau dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Apa Peran Ivanka Sesungguhnya?

Sebelumnya, muncul berbagai spekulasi bahwa Ivanka akan memerankan fungsi first lady di Gedung Putih, atau ibu negara Amerika Serikat yang sebenarnya.

Posisi ibu negara Amerika mestinya akan diperankan oleh Melania, istri ketiga Trump yang lahir di Slovenia, yang sebelumnya dikenal sebagai model fashion. Namun, hampir semua analis politik sepakat bahwa ‘peran Melania dari mulai kampanye hingga ke tim transisi sangat minimal bahkan sepertinya tak terlihat’.

Saat kampanye, Melania hanya dua kali menyampaikan pidato penting, termasuk pidato ‘memalukan’ karena dianggap meniru naskah pidato Michelle Obama di konvensi Partai Demokrat pada 2008.

Melania sudah mengatakan tidak akan langsung pindah ke Gedung Putih pada beberapa bulan pertama dan memilih tetap tinggal di Trump Tower, New York, bersama putranya, Baron.

Isyarat-isyarat ini meneguhkan spekulasi bahwa Ivanka besar kemungkinan akan memerankan fungsi ibu negara di Gedung Putih.

Tak hanya sekedar ibu negara, tapi banyak analis politik yang meyakini Ivanka akan menjadi ibu negara yang paling berpengaruh dalam sejarah modern Amerika.

Peran penting Ivanka terlihat sejak Trump mengumumkan niat menjadi presiden dan terlibat penuh di kegiatan kampanye sang ayah.

Tak hanya hadir di berbagai tempat, Ivanka juga aktif di tim kampanye yang kemudian berlanjut hingga ke tim transisi, yang menyiapkan peralihan kekuasaan dari Presiden Obama ke Trump.

Ivanka dan suaminya Jared Kushner bersama PM Jepang Shinzo Abe/Foto: The Sun

Dialah yang mengatur pertemuan antara tim transisi Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Argentina Mauricio Macri, politikus Demokrat dan mantan Wakil Presiden Al Gore, dan bintang Hollywood yang juga pegiat lingkungan, Leonardo DiCaprio.

Dari sini terlihat Ivanka punya kemampuan memanfaatkan jaringan sekaligus memerankan diri sebagai diplomat.

Anak dan penasehat penting

Perempuan berusia 35 tahun dan ibu tiga anak ini mengenyam pendidikan tinggi, sangat bisa menulis, pebisnis ulung, bintang televisi, sangat paham dengan media sosial, cantik, dan muda.

Siapa yang tak tertarik dan terpesona dengan Ivanka, tulis wartawan USA Today, Maria Puente.

“Kita memberi banyak perhatian ke Ivanka karena ia cantik, artikulatif, tenang, sangat menonjol di tim administrasi Trump selain (manajer kampanye) Kellyane Conway,” kata Kate Andersen Brower, penulis buku First Women: The Grace and Power of America’s Modern First Ladies, kepada USA Today.

Donald Trump berbisik kepada putrinya, Ivanka/ Foto: AFP

“Trump selalu mengangkat telepon jika yang menelepon adalah Ivanka. Ia adalah penasehat utama Trump, Trump sangat menghargai pendapat-pendapat Ivanka…,” tambah Brower.

Ketika Trump diguncang tuduhan melakukan tindakan seksual yang tidak pantas, Ivanka dan adiknya, Tiffany, setia mendampingi Trump. Ivanka bisa jadi tak setuju dan menyayangkan tindakan Trump, tapi ia tetap loyal.

“Ivanka sangat pintar, figur perempuan Amerika masa kini, canggih, dan percaya diri. Ia seperti ayahnya minus hal-hal bombastis yang melekat pada diri Trump,” kata Columbia yang beberapa kali bertemu langsung dengan Ivanka.

Pernah terjadi sebelumnya

Apa yang dilakukan Ivanka tidak unik karena pernah juga ada anak presiden yang memerankan fungsi penting seperti yang dilakukan Julie Nixon Eishenhower, yang membela sang ayah, Rchard Nixon selama kasus Watergate, kata Carl Sverarazza Anthony, sejarawan yang banyak menulis tentang keluarga presiden Amerika.

Sejauh ini Ivanka tidak berencana untuk menduduki jabatan resmi di Gedung Putih.

Namun suaminya, Jared Kushner, yang juga dikenal sebagai miliuner, sudah ditunjuk menjadi penasehat senior meski penunjukannya dipertanyakan sejumlah kalangan yang menilai pengangkatan ini adalah salah satu bentuk nepotisme.

Tapi kalau pun tak ada posisi resmi di Gedung Putih, Ivanka sudah mengisyaratkan bahwa peran yang mungkin ia jalankan di pemerintahan sang ayah ‘bukan peran pinggiran’.

Bersama suami dan tiga anaknya yang masih kecil, Ivanka sudah menemukan rumah di kawasan elite di Washington DC. Di Facebook ia juga sudah mengatakan akan mengurangi kegiatan di The Trump Organization, lembaga yang menjalankan dan mengurusi kerajaan bisnis Trump dan dari perusahaan pakaian dan aksesori yang ia dirikan.

Berbagai kualitas pribadi seperti ini dan ditambah dengan jaringan yang luas, mulai dari politikus, pengusaha dari berbagai bidang (termasuk hiburan), selebritas, hingga politikus dari aneka spektrum, membuat Ivanka sepertinya menjadi first lady ideal. Setidaknya first daughter ideal, seandainya Melania berubah pikiran dan tinggal ke White House.

Disadur dari BBCIndonesia dan berbagai sumber