Gempa 6,4 SR Guncang Bali-NTB, Tidak Berpotensi Tsunami

Peta Bali - Nusa Tenggara Barat (NTB)

Mataram, Sayangi.Com– Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat pada Rabu (22/3), pukul 06.10 WIB atau 07.10 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Agus Riyanto, menyebutkan lokasi pusat gempa bumi berada di koordinat 8.88 lintang selatan – 115.24 bujur timur, dengan kedalaman 117 kilometer.

Dampak gempa bumi tersebut berupa guncangan lemah, sedang hingga kuat dirasakan di sejumlah daerah di Bali, seperti Kuta, Gianyar, dan Denpasar.

Kantor berita Antara melaporkan, warga Gerung, Kabupaten Lombok Barat, serentak berlarian menghambur ke luar rumah, begitu merasakan guncangan akibat gempa yang berlangsung sekitar belasan detik.

“Kita dan keluarga terkejut karena getaran gempa cukup besar, makanya lari ke luar rumah,” kata Hasan.

Meski begitu, getaran besar gempa tidak merusakkan rumah-rumah di daerah itu. Warga yang ke luar rumah begitu gempa terjadi, sudah beraktivitas kembali.

Guncangan juga terasa di Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, NTB, dalam skala intensitas II SIG BMKG atau III-V “modified mercalli intensity” (MMI).Di daerah itu, guncangan gempa bumi dirasakan oleh hampir semua orang.

“Guncangan gempa bumi dilaporkan terasa hingga Banyuwangi, Jawa Timur,” katanya.

Lebih lanjut, Agus Riyanto menjelaskan bahwa ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

“Sampai laporan gempa bumi disusun pada pukul 07.26 Wita, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan dan laporan kerusakan,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau warga agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Masyarakat di daerah pesisir selatan timur Bali hingga barat Lombok (NTB), diimbau agar tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.