Hoax Penculikan Anak, Polri Imbau Masyarakat Lebih Arif Gunakan Sosmed

Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul saat berikan keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (22/3). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul mengajak masyarakat lebih arif dalam menggunakan sosial media. Hal ini terkait dengan maraknya berita hoax yang beredar di media sosial akhir-akhir ini, mengenai kasus penculikan anak yang diduga dilakukan oleh gelandangan atau penderita gangguan jiwa.

“Kita berharap agar masyarakat kita bijak menggunakan media sosial. Informasi yang seperti itu harus dikaji harus dipikir bahwa ini benar atau tidak,” kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Rabu (22/3).

Ia juga mengimbau masyarakat lebih baik melapor ke pihak kepolisian bila menemukan kejadian penculikan atau tindak pidana lainnya. Hal ini menurut Martinus lebih baik dibandingkan dengan menyebarkannya di media sosial.

“Kalau benar salurkan dengan memberitahukan ke Polri. Kalau tidak benar jangan diposting, yang akan berakibat dimanfaatkan orang untuk menjadi sebuah pembenaran,” tegasnya.

Martinus juga mengatakan, dampak dari berita hoax tersebut sudah sangat meresahkan dan berdampak buruk di masyarakat. Pasalnya, telah terjadi tindakan main hakim sendiri terhadap para gelandangan dan penderita gangguan jiwa yang ditemuinya,

“Kejadian pemukulan atau main hakim sendiri sempat terjadi di wilayah Surabaya, Madura dan Bandung. Ini terjadi kepada para gelandangan atau yang mengidap gangguan kejiwaan,” paparnya.

Lebih jauh Martinus juga meminta setiap aparatur baik di Kelurahan  ataupun di Kecamatan untuk menindak gelandangan yang berkeliaran di wilayahnya untuk dibawa ke dinas sosial setempat. Dengan demikian, lanjut Martinus, para gelandangan tadi bisa mendapat pembinaan keterampilan.

“Penting untuk menjaga ketertiban di sekitar wilayah kita. Jangan sampai main hakim sendiri, karena hal itu dapat berakibat ke diri kita sendiri,” pungkasnya. (S2)