Pimpin Rapat Darurat, PM Inggris Kutuk Serangan London

PM Inggris Theresa May menyampaikan keterangan pers usai memimpin rapat darurat Cobra di 10 Downing Street, Rabu (22/3) malam waktu London/Foto: AFP

London, Sayangi.Com– Perdana Menteri Inggris Theresa May mengutuk serangan teror di kawasan jembatan Westminter dekat Gedung Parlemen Inggris dan Big Ben yang merupakan salah satu tujuan utama wisata di Kota London.

Menyusul serangan teror yang menewaskan lima orang (termasuk pelakunya) dan sedikitnya 40 orang lainnya terluka, May segera memimpin rapat Cobra, atau rapat darurat untuk menangani krisis nasional.

Dalam pernyataan pers, usai rapat tersebut, Rabu (22/03) malam waktu London, PM May menyebut serangan tersebut sebagai sakit dan bejat.

“Inggris dan nilai-nilainya,tidak akan pernah menyerah pada teror,” kata PM May, seperti dikutip BBC.

PM May menyampaikan penghargaan kepada polisi dan aparat keamanan yang menurutnya memperlihatkan keberanian yang istimewa dengan mendekati bahaya.

Seorang polisi termasuk dalam empat korban tewas dalam serangan yang terjadi pada Rabu (22/03) pukul 14.40 waktu London itu.

Pelaku dilaporkan menabrak para pejalan kaki di Jembatan Westminster sebelum menabrak pagar kompleks Gedung Parlemen Inggris/Foto: AP

Pelaku penyerangan menggunakan mobil untuk menabrak beberapa pejalan kaki di Jembatan Wesminster di pusat kota London sebelum menabrakkan mobilnya ke pagar kompleks Gedung Parlemen Inggris.

Pelaku tersebut kemudian menikam seorang aparat polisi dengan pisau sebelum ditembak oleh polisi bersenjata.

Kawasan padat wisatawan

Kawasan Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen Inggris dengan jam besar Big Ben, merupakan salah satu tujuan utama wisata di Inggris dan selalu padat dengan para pengunjung dari seluruh dunia.

Kawasan sekitar Gedung Parlemen, tempat Big Ben -yang merupakan salah satu tujuan wisata- ditutup selama beberapa jam setelah insiden/Foto: AP

Tiga murid sekolah asal Prancis termasuk diantara 40 orang yang cedera akibat serangan yang dinyatakan oleh Kepolisian Inggris sebagai serangan teroris ini. Otorita Pelabuhan London mengatakan seorang perempuan diselamatkan dari Sungai Thames dan menderita cedera yang serius.

Perdana Menteri Prancis, Bernard Cazeneuve, menyatakan dukungan bagi para siswa yang cedera tersebut dan keluarganya serta menyampaikan ‘solidaritas kepada teman-teman di Inggris’.

Ucapan simpati dan dukungan antara lain juga disampaikan oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel, Presiden Prancis, Francois Hollande, dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diberitakan sudah menelepon PM Theresa May untuk menyampaikan turut berduka cita atas serangan di London.

Para anggota parlemen Inggris yang sempat diminta untuk tetap berada di dalam Gedung Parlemen sudah diizinkan untuk ke luar dari gedung setelah semua sidang ditunda.