Berunding Hingga Dini Hari, Angkot-Ojek Online Kota Bogor Sepakat Damai

Wali Kota Bogor Bima Arya menenangkan kerumunan massa/Foto: twitter @bimaaryas

Bogor, Sayangi.Com– Setelah kembali terjadi aksi serang pada Rabu (22/3) sore hingga malam, supir angkot dan ojek online di Kota Bogor akhirnya membuat kesepakatan berdamai dan tetap beroperasi pada Kamis hari ini.

Kesepatan damai berhasil dicapai melalui perundingan dan proses mediasi yang panjang sejak Rabu (22/3) petang hingga Kamis (23/3) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB, yang dijembatani oleh Pemerintah Kota Bogor di Balai Kota.

Setelah kesepakatan damai dicapai, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebarkan video perdamaian serta foto penandatanganan perjanjian damai antara pengendara ojek online dan supir angkot tersebut.

“Alhamdulillah, kesepakatan damai dicapai,” kata Bima.

Bima menjelaskan, ada empat poin kesepatan damai yang dicapai. Pertama, kedua belah pihak sepakat untuk menjaga kondusivitas Kota Bogor. Kedua, saling menghormati dalam menjalankan usaha. Ketiga, menyerahkan permasalahan yang terjadi kepada aparat penegak hukum. Keempat teknis tentang operasional online akan dibicarakan secara bertahap.

“Jam 15.00 nanti Muspida Kota Bogor akan rapat koordinasi dengan Muspida Kabupaten di pendopo Bupati,” kata Bima.

Bima juga memastikan, setelah kesepakatan damai dicapai, kedua belah pihak yakni sopir angkot dan ojek online akan tetap beroperasi normal.

“Khusus online, sementara ini tetap tidak mengunakan atribut,” katanya.

Menurutnya, solusi dalam persoalan angkot dan ojek online masih harus dikoordinasikan di lapangan. Masih ada proses yang belum selesai terkait adanya angkot trayek 02 (Bubulak-Sukasari) yang dirusak saat aksi kericuhan di Terminal Laladon.

“Tapi setidaknya inilah ikhtiar kita untuk mendinginkan situasi saat ini, dan usahakan warga tetap terlayani,” kata Bima.

Untuk mengantisipasi jika masih terjadi aksi mogok para supir angkot, kata Bima, Pemerintah Kota Bogor tetap menyiapkan seluruh armada mobil dinas baik milik pemerintah kota, Satpol PP, Polisi dan TNI.

“Tadi saya kumpulkan semua kepala dinas, camat dan BUMD, seluruhnya standby besok,” katanya.

Bentrok Kembali 

Sebekumnya, kericuhan terjadi antara sopir angkot dan pengendara ojek online di Terminal Laladon, Rabu (22/3) petang, yang sebetulnya masuk dalam wilayah Kabupaten Bogor.

Seperti dilaporkan kantor berita Antara, terjadi aksi saling serang dengan cara saling melempar batu dan menggunakan kayu. Para pengendara ojek online melakukan pengrusakan sejumlah angkutan baik yang beroperasi di wilayah Kabupaten maupun Kota Bogor.

Kericuhan berawal akibat adanya informasi swepping yang dilakukan kedua belah pihak, sementara itu rombongan pengendara ojek online yang didominasi Grab bergerak dari arah Darmaga dengan tujuan ke Balai Kota Bogor untuk mengkonfirmasi terkait kecelakaan yang dialami pengendar ojek online sekaligus kejelasan aturan angkutan.

Di perjalanan menuju Balai Kota, tepatnya di Terminal Bubulak terjadi pelemparan, berujung pada kebringasan pengendara ojek online yang melakukan penyerangan balik hingga ke Terminal Laladon.

Bentrok antara keduanya terjadi selama hampir satu jam, setelah petugas keamanan turun mensterilkan lokasi. Setelah itu, ratusan pengendara ojek online bergerak ke Balai Kota Bogor.

Sejak sore hingga malam, terjadi proses mediasi, hingga akhirnya disepakati perjanjian damai di antara dua belah pihak yang diwakili oleh masing-masing koordinator juga disaksikan oleh Organda, Kapolresta dan Dandim 0606/Kota Bogor.