Ojek Online vs Angkot, Kapolri: Yang Anarkis Akan Ditindak

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian

Jakarta, Sayangi.Com– Terkait maraknya ketegangan antara pengemudi angkutan konvensional dengan pengemudi transportasi berbasis online yang terjadi di beberapa wilayah, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan aksi anarkis.

Tito juga meminta jajaran kepolisian yang di wilayahnya ada masalah antara angkutan berbasis online dan angkutan konvensional agar mengambil langkah-langkah pro-aktif untuk mencegah gesekan, dengan mengedepankan dialog.

“Jangan melakukan aksi anarkis, apalagi saling balas menyerang. Saya perintahkan kalau ada aksi anarkis, maka upaya terakhir lakukan penegakan hukum,” kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/3) pagi.

Tito menyesalkan terjadinya bentrokan antara pengemudi ojek online dan supir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor pada Selasa dan Rabu kemarin. Ia mengaku sudah memberi teguran keras kepada jajaran kepolisian di wilayah itu karena dinilai tidak pro-aktif dalam mencegah terjadinya bentrokan.

“Nah, peristiwa di Bogor saya sesalkan, saya sudah tegur keras aparat yang ada di sana, saya anggap tidak pro aktif. Padahal saya baru saja memberikan arahan melalui video conference,” kata Tito.

Seperti diketahui, Selasa (21/3) lalu, Kapolri bersama Menteri Perhubungan Budi Karya 0Sumadi dan Menkominfo Rudiantara menggelar video conference di Mabes Polri terkait revisi permen No 32 tahun 2016. Dalam video conference yang diikuti Pemprov Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan itu, Tito menekankan pentingnya dialog para pemangku kepentingan di daerah untuk mencegah gesekan antara transportasi berbasis online dan konvensional.

Tito mengemukakan, sesuai revisi permen no. 32 tahun 2016, angkutan online memang diakui keberadaannya. Namun, angkutan online juga harus mengikuti aturan dan jangan sampai merugikan angkutan konvensional.

“Banyak yang harus dibicarakan dengan melibatkan para stakeholder, seperti Organda, angkutan konvensional, maupun pengelola aplikasi transportasi online. Dialogkan masalah tarif atas tarif bawah. Kalau ada gejolak segera atasi,” kata Tito.