Meski Bukan Lagi Lembaga Terkorup, Kapolri Ingin Kepolisian Lebih Baik Lagi

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Hasil survei dari Global Corruption Barometer (GCB) menempatkan Polri sebagai lembaga terkorup ke lima di Indonesia. Hal ini merupakan perbaikan yang signifikan, pasalnya pada tahun 2013 lalu, Polri berada di urutan pertama. Di tahun 2016, menurut survei GCB, DPR merupakan lembaga terkorup di Indonesia.

Menganggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian senang dengan pencapaian Polri selama ini. Walaupun begitu, Tito tidak lantas jumawa dengan pencapaian lembaga yang ia pimpin. Menurutnya masih banyak yang harus dibenahi dalam tubuh Polri sendiri.

“Tahun 2016 hasilnya Polri turun pangkat dikit jadi nomor lima lembaga terkorup. Tapi masih kurang bagus juga, pasti kita juga akan lakukan pembenahan lagi disana-sini,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/4).

Tito juga mengatakan bahwa kinerja dan kejujuran Polri harus lebih ditingkatkan lagi. Selain itu, Tito meminta para perwira untuk dapat membenahi para bawahannya.

“Buat desain proposal pengembangan dan segera pro aktif ke pimpinan untuk membesarkan proposal itu agar lebih baik lagi,” katanya.

Lebih jauh mantan kepala BNPT ini juga kembali memantapkan komitmennya untuk menjadikan Polri lebih bersih. Oleh karena itu, Tito mengajak tiap anggota Polri untuk berperan aktif guna menjadikan lembaga kepolisian bersih.

“Saya minta untuk betul-betul berpikir untuk mengembangkan bagaimana caranya agar kita kedepannya lebih baik lagi,” tegasnya. (S2)