Bertemu Warga Kuningan Barat, Hotel Four Seasons Klarifikasi Isu Melarang Tarhim

Warga Kuningan Barat dan perwakilan Hotel Four Seasons, berfoto bersama usai melakukan pertemuan, Kamis (23/3) petang/Foto: Fajar A

Jakarta, Sayangi.Com– Dalam beberapa hari terakhir, warga Kelurahan Kuningan Barat Jakarta Selatan, khususnya yang tinggal di lingkungan RT 01/ RW 04, dibuat resah oleh beredarnya isu bahwa Hotel Four Seasons telah meminta pengurus masjid agar menghentikan kumandang shalawat dan tarhim menjelang shalat Subuh.

Masih menurut isu itu, shalawat dan tarhim Subuh boleh dikumandangkan, dengan catatan tidak menggunakan speaker karena suaranya dianggap mengganggu tamu asing yang menginap di hotel bintang lima yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto tersebut.

Untuk mengklarifikasi isu tersebut, pihak Hotel Four Seasons pada Kamis (23/3) petang, menggelar pertemuan dengan 12 orang warga Kuningan Barat dan pengurus Yayasan Masjid At Tasyier. Pihak Four Seasons diwakili oleh Asep dari bagian engineering dan kepala security Rohmad, pengurus Yayasan Masjid At Tasyier diwakili Ahmad Syahrowandi, dan warga RT 01/RW 04 Kelurahan Kuningan Barat dipimpin oleh Ketua RT Junaedi.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah cafe di kawasan Blok S, Kebayoran Baru, itu juga disaksikan oleh Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Moch. Safi’i, Lurah Kuningan Barat Erwin Lobo, Ketua RW 04 Karim, dan Babinsa Kuningan Barat Sertu TNI Suratno.

Asep, yang mewakili Four Seasons, dalam pertemuan itu membantah kabar tentang adanya larangan kepada pengurus masjid atau mushola untuk mengumandangkan shalawat serta tarhim menjelang shalat subuh.

Menurut Asep, isu ini mungkin bermula dari pembicaraan melalui telpon antara dirinya dengan Ketua RT 01/RW 04 tentang permohonan agar dipertemukan dengan pengurus masjid untuk melakukan pengukuran kekuatan bunyi toa atau speaker masjid.

Pihak hotel, kata Asep, ingin mengetahui kekuatan suara toa atau speaker masjid untuk kemudian dapat menentukan spesifikasi peredam dinding yang akan digunakan.

“Tidak ada maksud lain. Selaku muslim, saya tidak akan melarang kegiatan apapun di lingkungan terutama di rumah ibadah,” kata Asep.

Memperbaiki Peredam Dinding

Fajar Aries, tokoh pemuda yang hadir di pertemuan tersebut, mengakui bahwa warga sempat resah mendengar isu bahwa pihak hotel Four Seasons telah meminta pihak masjid agar tidak lagi mengumandangkan shalawat dan Tarhim Subuh dengan menggunakan speaker. Ia mengakui, sejumlah warga sempat berencana untuk melakukan aksi di depan hotel tersebut.

Terhadap klarifikasi yang disampaikan Asep, Fajar menyatakan dapat menerima dan menganggap masalah ini selesai.

Seorang warga lainnya yang ikut berbicara, Hasbullah, setuju untuk menutup masalah ini. Tapi ia mengingatkan, lain kali Four Seasons sebaiknya menggunakan surat resmi jika akan membuat program yang berkaitan dengan warga. Bukan hanya pembicaraan melalui telpon, yang bisa dipersepsi keliru oleh warga yang tidak mendengar langsung.

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol M. Syafi’i bersyukur bahwa kesalahpahaman ini dapat segera diselesaikan. Menurutnya, isu seperti ini sangat sensitif dan harus diselesaikan sampai tuntas.

M. Syafi’i mengemukakan, ia sudah mengecek ke Four Seasons dan melihat sendiri bahwa hotel tersebut saat ini memang sedang memperbaiki peredam dinding di kamar hotel.

“Sekarang dua belah pihak sudah bertemu, pihak hotel sudah menjelaskan dan pihak warga sudah menerima klarifikasinya. Ke depan harus terus menjaga silaturahmi antar kedua belah pihak sehingga apabila ada masalah bisa diselesaikan dengan baik,” kata Kompol M. Syafi’i, di akhir pertemuan.