Polri: Terduga Teroris Yang Baru Dibekuk Terkoneksi dengan Kelompok Filipina

Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul saat berikan keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (22/3). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul mengatakan, bahwa terduga teroris yang dibekuk di wilayah Bekasi dan Banten merupakan kelompok yang berhubungan dengan kelompok teroris Filipina Selatan.

“Kelompok ini membangun kelompok jaringan Indonesia dan Filipina Selatan. Kelompok ini miliki koneksi langsung dengan kelompok teroris Filipina Selatan,” ujar Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/3).

Martinus juga mengungkapkan, salah satu terduga teroris yang ditangkap berinisial R juga merupakan penyedia senjata yang digunakan pada teror bom Thamrin lalu.

“Kemudian R juga membeli senjata yang kita ketahui dua senjata yang dipakai saat bom Thamrin. Ada juga beberapa pembelian senjata yang masih kita dalami,” paparnya.

Selanjutnya Martinus mengatakan, kelompok terduga teroris tersebut berencana melakukan pelatihan teroris di wilayah Indonesia timur. Lebih tepatnya, lanjut Martinus di wilayah Halmahera.

“Bahkan mereka akan melakukan suatu pelatihan di wilayah Halmahera. Seperti yang ada di Poso, mereka pun ingin membentuk lokasi latihan di Halmahera,” tegasnya.

Lebih jauh Martinus juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyita beberapa dokumen. Selain itu, tim Densus 88 juga menyita beberapa alat bukti lain seperti telepon genggam.

“Ada beberapa HP dan satu buah pistol dan uang dalam bentuk dollar dan rupiah. Ini kemudian dikumpulkan untuk dilakukan suatu pemeriksaan kepada mereka agar ditemukan struktur hukum bahwa mereka adalah para pelaku teroris. Kita punya tujuh hari untuk melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.(S2)