Cerita Melinda Gates Yang Mengaku Tergetar Hatinya Selama di Indonesia

Melinda Gates saat mengunjungi laboratorium pemberantasan virus dengue di Yogyakarta/Foto: Facebook Melinda Gates

Jakarta, Sayangi.Com– Melinda Gates, istri orang terkaya di dunia versi majalah Forbes Bill Gates, mengaku senang dan mendapat banyak pengalaman menakjubkan yang membuat hatinya tergetar selama berada di Indonesia.

Melalui akun twitternya, Melinda menuliskan kesan tentang kunjungannya ke beberapa daerah di Indonesia: “Thrilled to be in Indonesia—and to see the astounding progress we’re making in the global fight against diseases like dengue fever“.

Selama 4 hari, 21-24 Maret 2017, sebagai Co-Chair and Trustee of The Bill & Melinda Gates Foundation, ibu tiga anak ini mengunjungi Yogayakarta, Jawa Tengah, dan Jakarta, untuk menyaksikan dan berdiskusi tentang berbagai program kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan sosial.

Melinda antara lain mengunjungi Kelurahan Kricak, Yogyakarta, untuk menyaksikan pelepasan nyamuk “Aedes aegypti” yang telah mengandung bakteri “wolbachia” untuk mengatasi penularan demam berdarah dengue, yang merupakan hasil penelitian dari Universitas Gajahmada (UGM).

Melinda juga melihat pelaksanaan program keluarga berencana di Indonesia yang ia nilai cukup berhasil dan inovatif, seperti melibatkan para tenaga kesehatan yang dilengkapi komputer tablet untuk dapat melayani lebih baik para ibu-ibu terutama di pedesaan dan daerah terpencil.

Melinda Gates saat menjadi narasumber dalam forum temu remaja tentang kesehatan dan reproduksi. “I spent my second day in Indonesia at a youth summit on reproductive health. I couldn’t be more inspired by the emerging leaders I met,” cuit Melinda melalui twitternya/Foto: Facebook

Sektor pendidikan di pedesaan juga mendapat perhatian dari Yayasan Bill & Melinda Gates. Lima desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memperoleh bantuan melalui Program Perpuseru (Perpustakaan Seru). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kepada perwakilan masing-masing desa saat upacara peringatan Hari Jadi Ke-161 Kabupaten Cilacap di halaman Pendopo Wijayakusuma Sakti, Cilacap, pada hari pertama kunjungan Melinda ke Indonesia, Selasa (21/3).

Program Perpuseru memberikan pendampingan kepada perpustakaan kabupaten/kota untuk melatih dan membimbing perpustakaan di tingkat desa terkait advokasi, meningkatkan akses dan penggunaan komputer serta internet, dan bagaimana memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Pada tahap pertama, Perpuseru bermitra dengan 34 perpustakaan di 16 provinsi seluruh Indonesia yang terdiri atas 28 perpustakaan kabupaten/kota termasuk Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap, satu perpustakaan provinsi, tiga perpustakaan desa/kelurahan, dan dua taman bacaan masyarakat.

The Global Fund

Berdasarkan rilis yang diterima Sayangi.Com, Yayasan Bill & Melinda Gates yang berpusat di Kota Seattle, AS, melakukan berbagai kegiatan kedermawanan berupa pendanaan global (The Global Fund) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, yayasan tersebut menggandeng Tahir Foundation yang dipimpin oleh pendiri Mayapada Group, Dato Sri Tahir. Kedua yayasan itu bekerja sama sejak 2013 dalam bidang kesehatan di Indonesia.

Yayasan Tahir pada 21 Oktober 2013 menyebutkan telah menginvestasikan 75 juta dolar AS ke Global Fund untuk memperluas akses kesehatan bagi warga miskin di Indonesia. Antara lain untuk mengatasi penyakit AIDS, tuberkulosis, malaria, dan Keluarga Berencana (KB).

Selama dekade terakhir, Global Fund membantu Indonesia mengobati satu juta kasus tuberkulosis (TB), mendistribusikan 9 juta insektisida-kelambu untuk mencegah penyakit malaria, dan mendukung sekitar 30.000 orang Indonesia memperoleh akses untuk pengobatan HIV.

Sementara bantuan program KB digunakan untuk memperluas akses secara sukarela yang berkualitas tinggi di Indonesia. Program ini akan memberikan kontribusi untuk tujuan komunitas global dengan memberikan informasi kontrasepsi tambahan 120 juta perempuan di masyarakat termiskin di dunia.

Bertemu Presiden Jokowi

Sebelum melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (23/3) pagi, Presiden Jokowi menerima Melinda Gates di Ruang Tunggu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Suasana saat Melinda Gates bertemu Presiden Jokowi di ruang tunggu Bandara Halim, Jakarta, Kamis (23/3)/Foto: Humas Setpres.

Presiden Jokowi didampingi Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Sedangkan Melinda Gates didampingi tiga orang pimpinan Yayasan Melinda dan Bill Gates, serta Inke Maris dan Dato Sri Tahir.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit itu, Presiden antara lain menunjukkan beberapa kartu yang merupakan bantuan sosial nontunai.

“Kami memiliki Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Keluarga Harapan. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami juga mulai memanfaatkan layanan perbankan,” kata Jokowi.

Mendengar penjelasan Jokowi, Melinda mengapresiasi program bantuan sosial nontunai tersebut. “Kami sangat mengapresiasi program tersebut. Dan kami banyak belajar selama beberapa hari berada di Indonesia dan dapat mengadopsinya untuk diterapkan di negara lain,” kata Melinda, seperti dikutip lama setkab.go.id.

Usai pertemuan, Darmin Nasution menjelaskan kepada wartawan, pertemuan tersebut mendiskusikan sejumlah hal yang berkaitan dengan keuangan inklusif hingga pengentasan kemiskinan. Kedua belah pihak, kata Darmin, menyampaikan pemikirannya masing-masing untuk segera ditindaklanjuti ke tahap pelaksanaan.

“Tidak ada konklusi tapi masing-masing akan menindaklanjuti ke tingkat yang lebih konkret,” ujar Darmin.

Rini Soemarno menambahkan, Melinda Gates mengapresiasi sejumlah program prioritas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan Melinda mengaku banyak mendapat pelajaran yang bisa diambil dari Indonesia untuk diajarkan ke negara lain.

Sedangkan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Melinda sangat menghargai kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas John Hopkin yang didukung oleh Yayasan Gates.

“Penelitian mengenai nyamuk dan demam berdarah telah mencapai kemajuan dan diharapkan akan sangat bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia, namun bagi negara-negara lain yang menghadapi permasalahan sama,” kata Sri Mulyani.

Melinda Gates, kata Sri Mulyani, juga menilai pelaksanaan program keluarga berencana di Indonesia cukup berhasil dan inovatif.