Secret Service Ajukan Tambahan Anggaran Pengamanan Keluarga Trump

Donald Trump bersama ibu negara Melania dan anaknya yang terkecil, Baron/Foto: Getty Images

Washington, Sayangi.Com– Pasukan Pengamanan Presiden AS, The Secret Service, mengajukan tambahan anggaran sebesar 60 juta Dolar AS atau sekitar Rp800 miliar pada anggaran 2018 untuk pengamanan Presiden Donald Trump dan keluarganya.

Washington Post menyebutkan, badan pengamanan Presiden AS itu kewalahan menghadapi gaya hidup Donald Trump yang tak biasa. Antara lain seringnya Donald Trump menjamu tamu negara di resort pribadinya, Mar-a-Lago di Palm Beach; serta ibu negara Melania yang masih tinggal di Trump Tower di New York bersama anaknya, Baron.

Nyaris 27 juta dolar AS atau sekitar Rp340 miliar di antaranya dialokasikan untuk keamanan di kediaman pribadi Trump di Trump Tower, New York, di mana ibu negara Melania Trump tinggal dengan anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun.

Paspampres juga mengatakan mereka butuh 33 juta dolar AS atau sekitar Rp440 miliar untuk menutupi biaya perjalanan presiden dan wakil presiden serta kunjungan kepala negara lain.

Kantor Anggaran dan Manajemen belum menyetujui permintaan tersebut, kata salah satu sumber pada Washington Post, yang bisa membuat Secret Service mengurangi operasi lain seperti investigasi peretasan siber, pemalsuan mata uang, kejahatan keuangan atau kejahatan seksual pada anak di bawah umur.

Post melaporkan setidaknya Trump bolak-balik Southern White House sejak pelantikannya, masing-masing perjalanan membebani wajib pajak sekitar 3 juta dolar AS atau lebih, sekitar Rp40 miliar.

Anggaran paspampres juga kian bertambah mengingat banyaknya anggota keluarga Trump, termasuk ibu negara, serta empat anak laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa. Meski pengamanan tingkat ini standar untuk keluarga presiden, kebutuhan khusus anak-anak Trump yang lebih tua juga menarik dicermati.

Contohnya, pada Februari, Eric Trump terbang ke Uruguay untuk mempromosikan Organisasi Trump. Perjalanan itu berbiaya 90.000 dolar AS untuk biaya hotel agen paspampres yang mengawalnya, memicu kritik bagaimana kepentingan bisnis presiden campur aduk dengan fungsi pemerintahan.

Dalam sebuah konferensi pers, minggu ini, Sekretaris media Gedung Puting Sean Spicer mengatakan tak ada kemunafikan dalam hal ini.

“Presiden selalu bepergian. Ke mana pun dia pergi, dia membawa aparat Gedung Putih turut serta. Memang harus begitu adanya,” huffingtonpost.com.