Banyak Kabar Hoax Penculikan Anak, Polri Penyuluhan ke Sekolah

Tim Korbinmas Baharkam Polri memberi penyuluhan cara bijak menggunakan media sosial kepada para pelajar SMA 37 Tebet Jakarta Selatan, Jumat (24/3) /Foto: Humas Polri

Jakarta, Sayangi.com– Kabar tentang penculikan anak belakangan beredar luas sehingga masyarakat menjadi paranoid dan cenderung mudah menuduh orang yang tidak dikenal sebagai penculik anak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul mengatakan, pihak kepolisian melakukan beberapa tindakan preventif, salah satunya dengan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah.

“Petugas Polri di wilayah kecamatan, di wilayah kabupaten dan kota, di Polda, di Polres dan di Polsek sekarang mendatangi sekolah-sekolah. Hal ini kita lakukan untuk menyampaikan imbauan-imbauan bahwa masyarakat jangan sampai, atau terhindar dari korban penculikan,” kata Martinus di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (25/3).

Martinus juga mengakui pihak kepolisian sudah menerima beberapa laporan penculikan anak di beberapa daerah. Meskipun demikian, Polri belum menemukan kebenaran kasus tersebut.

Selain penyuluhan, Martinus mengatakan Polri juga melakukan penyebaran pamflet dan tips cara menghindari penculikan. Polri, lanjut Martinus, juga tengah mendalami siapa dalang yang menyebar berita hoax tentang penculikan anak.

“Kita juga ada patroli cyber bagi siapa yang bermain di situ, siapa yang menyebar konten hoax tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh Martinus juga menyayangkan tindak main hakim sendiri kepada orang yang dicurigai sebagai penculik anak. Pasalnya, sudah ada korban meninggal karena dicurigai sebagai penculik anak.

“Jadi saudara-saudara kita yang kurang waras jadi korban amuk massa, bahkan ada yang meninggal satu orang di wilayah Banten. Itu jadi kita sayangkan. Proses (penyuluhan) ini kami akan terus lakukan,” tandasnya.

Tim Korbinmas Baharkam

Contoh tindakan preventif yang dilakukan Polri adalah memberi penyuluhan cara bijak menggunakan media sosial kepada pelajar SMA 37 Tebet Jakarta Selatan, oleh Tim Korbinmas Baharkam Polri, Jumat (24/3).

Tim yang dipimpin Kasubbag Renmin Korbinmas Baharkam Polri AKBP Syarifudin BSc, didampingi Kaurbinfung Korbinmas Baharkam Polri AKP Bambang Askar Sodiq SH, itu mengingatkan kepada para pelajar agar berpikir jernih dalam mencerna setiap berita di medsos yang belum jelas kebenarannya.

“Pelajar sebagai pemegang tongkat estafet bangsa, harus mampu berpikir jernih. Semua hal yang masih belum ada kejelasan dan masih katanya si A atau katanya si B, harus benar-benar dicerna dengan akal sehat. Maka pelajar harus baca, tanya, crosscheck, dan laporkan,” kata AKP Bambang Askar Sodiq, seperti dikutip tribratanews.

Bambang juga menyinggung isu penculikan anak yang sedang marak di medsos.

“Isu penculikan anak seperti yang ramai di medsos adalah hoax belaka, yang dihembuskan oleh masyarakat yang menginginkan situasi Kamtibmas Negeri ini menjadi soax. Jadi, berita ‘hoax’ akan menyebabkan soax Kamtibmas kita,” katanya.

Bambang menjelaskan, Cyber Bullying adalah hal yang sangat ditakuti oleh semua negara di dunia, dimana ujung-ujungnya nanti dapat berakibat negatif berupa aksi saling menyalahkan.

“Intinya, ada oknum-oknum masyarakat yang tidak ingin NKRI menjadi negara besar dan maju. Jadi isu tentang penculikan anak dan penjualan organ tubuh dihembuskan. Agar seolah-olah Negara tidak mampu memberikan rasa aman di masyarakat, seolah-olah Negara dianggap tidak mampu memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” ungkap AKP Bambang Askar Sodiq.

Kalau negara dianggap tidak mampu menjamin Kamtibmas, kata Bambang, para investor akan hengkang dari Indonesia dan lari ke negara lain yang mampu memberi jaminan keamanan.