Segudang Manfaat Sayur Pahit

Ilustrasi Sayuran pahit. Foto IFCS codes
Ilustrasi Sayuran pahit. Foto IFCS codes

Jakarta Sayangi.com– Sayuran yang rasanya pahit sebaiknya dikonsumsi ditambahkan dalam konsumsi menu harian. Hal ini karena sayur pahit memiliki kandungan gizi, vitamin, dan beberapa zat bermanfaat lainnya. Selain itu, beberapa makanan lain yang rasanya pahit dan sehat untuk dikonsumsi adalah minyak zaitun, cokelat hitam, atau bahkan teh hijau yang meskipun tidak bahkan teh hijau yang meskipun tidak pahit, ada baiknya kerap dikonsumsi demi kesehatan tubuh.

Duarne Mellor seorang pakar nutrisi dan kesehatan dari Universitas Nottingham Inggris menyebutkan bahwa di dalam makanan pahit, terdapat senyawa yang mampu memberikan dukungan bagi sistem pertahanan tubuh sekaligus meningkatkan antioksidan di dalam tubuh. Tak hanya itu, makanan dengan rasa pahit ternyata bisa menambah jumlah enzim di dalam tubuh yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari berbagai zat berbahaya yang bisa memicu penyakit.

Pada saat makanan rasa pahit dikunyah akan merangsang receptor pada lidah yang oleh otak dianggap sebagai sinyal untuk menambah produksi enzim untuk mendukung proses pencernaan menjadi lebih lancar. Beberapa dari senyawa pahit dapat memiliki efek kesehatan yang positif. Hal itu dapat meningkatkan sistem antioksidan tubuh secara otomatis.

Teori lain adalah bahwa antioksidan bekerja dengan meningkatkan enzim yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Mellor menemukan, dalam tabung reaksi, menunjukkan sayur pahit dapat menghentikan sel-sel mati atau sel kanker yang tumbuh dengan menambahkan banyak dari senyawa pahit,” ujar dr Duarne Mellor, seperti dilansir dari laman High50 (10/5/2015).

Pakar nutrisi Guido Mase dilansir dari theforagerspath (8/10,2016)menambahkan bahwa dengan mengkonsumsi makanan sehat yang pahit, organ hati atau liver akan mendapatkan keuntungan kesehatan.

Makanan pahit ini ternyata mampu menstimulasi hati untuk memproduksi cairan empedu lebih baik sehingga proses pencernaan pun bisa menjadi lebih optimal. Tak hanya itu, rasa pahit dalam makanan juga bisa membantu proses detoksifikasi pada hati. Kondisi tersebut yang akan membuat tubuh jauh lebih bersih dari berbagai zat-zat berbahaya.

Beberapa sayuran yang punya rasa pahit layaknya dibawah ini sangatlah disarankan untuk rutin dikonsumsi setiap hari. Memang dari segi rasa banyak yang tidak menyukai. Namun jika digantikan dengan begitu banyak manfaat kesehatan tubuh. Masihkah berpikir untuk menolak makanan pahit?, Berikut adalah beberapa sayuran pahit yang kaya nutrisi:

Foto zbunc
Foto zbunc

1.Lobak
Dilansir dari boldsky, (11/3/2011) , lobak mampu menjaga kesehatan jantung, sebagai anti kanker, kesehatan tulang, mencegah bau badan dan antioksidan. Semua manfaat tersebut dapat diperoleh sebab lobak mengandung vitamin A, C dan E. Lobak putih juga sangat kaya akan potassium yang berguna untuk mengurangi keluarnya kalsium di dalam urin yang dapat membentuk batu ginjal.

Mengkonsumsi makanan dengan kadar potassium tinggi seperti lobak putih ini akan dapat menurunkan resiko terkena penyakit ginjal. Zat-zat yang bersifat diuretic yang sudah disebutkan tadi tidak hanya akan membantu membersihkan bagian ginjal anda tetapi juga menyeluruh pada bagian kandung kemih maka selanjutnya konsumsi lobak putih akan meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Foto Manfaat BuahPare

Pare
Sayuran pare sangat rendah kalori, dengan hanya menyediakan 17 kalori per 100g. Namun demikian, tidak hanya itu pare juga mengandung fitonutrien, serat, mineral, vitamin dan anti oksidan.Phyto Nutrien – Pare mengandung phyto terutama polipeptida-P yaitu insulin tanaman yang dikenal untuk menurunkan kadar gula darah.

Selain itu, agen hipoglikemik yang disebut charantin meningkatkan penyerapan glukosa dan glycogen synthesis dalam sel-sel hati, otot dan jaringan adiposa. Bersama-sama, senyawa ini pare telah dianggap bertanggung jawab atas penurunan kadar gula darah dalam pengobatan diabetes tipe-2.

Pare segar merupakan sumber folat yang sangat baik sekitar 72 mg / 100 g (18% dari RDA). Vitamin C – Pare segar merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin C (100 g pare mentah menyediakan 84 mg atau sekitar 140% dari RDI). Manfaat vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang kuat dan membantu mengikat radikal bebas yang merusak tubuh manusia.

Flavonoid adalah sumber yang sangat baik bagi kesehatan. Manfaat flavonoid seperti ß-carotene, α-carotene, lutein, dan zeaxanthin. Selain itu juga berisi sejumlah vitamin A. Senyawa-senyawa ini membantu bertindak melindungi terhadap radikal oksigen yang diturunkan bebas dan spesies oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam penuaan, kanker dan berbagai penyakit.

Pare merupakan sumber moderate vitamin B kompleks seperti niacin (vitamin B-3), asam pantothenate (vitamin B-5), pyridoxine (vitamin B-6) dan mineral seperti zat besi, seng, kalium, mangan dan magnesium.

Serat dalam Pare dapat merangsang pencernaan yang mudah dan gerakan peristaltik pada makanan melalui usus sampai di ekskresikan dalam tubuh. Dengan demikian, hal ini akan membantu dalam mengurangi gangguan pencernaan dan masalah sembelit.

Foto Flickr

3. Sawi Pahit
Sawi banyak mengandung vitamin dan mineral. Kadar vitamin K, A, C, E, dan folat pada sawi tergolong dalam kategori sangat bagus. Mineral pada sawi yang tergolong dalam kategori sangat adalah mangan dan kalsium. Sawi juga sangat bagus dalam hal asam amino triptofan dan serat pangan (dietary fiber).

Kandungan vitamin K pada sawi sangat tinggi, yaitu mencapai 419,3 mkg per cangkir. Konsumsi satu cangkir sawi sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin K per hari.
Vitamin K juga terkait dengan pengaturan protein tulang dan kalsium di dalam tulang dan darah, sehingga dapat menjaga tulang dari proses osteoporosis. Tanpa peran vitamin K, osteokalsin sebagai protein tulang tidak dapat bekerja dengan normal.

Vitamin K juga dapat digunakan untuk menangani kanker karena dapat bertindak sebagai racun bagi sel-sel kanker, tetapi tidak membahayakan sel-sel yang sehat. Fungsi lain dari vitamin K adalah dalam mencegah penyakit alzheimer, pengontrolan kadar gala darah, serta mencegah sitokin, pembawa pesan yang berperan dalam menyebabkan pembengkakan sambungan tulang saat penuaan terjadi.

 

Foto www.crazycleanshop.com
Foto www.crazycleanshop.com

4. Daun Pepaya
Journal Society of Biology (5/10/2011) Daun pepaya mengandung Tocophenol 35 mg dalam setiap 100 mg. Daun pepaya yang masih muda terkandung enzim papain. Enzim ini biasanya identik dengan getah berwarna putih kental yang berfungsi untuk memecah protein, karena bersifat proteolitik.

Sedangkan pada daun pepaya tua mengandung senyawa fenol. Namun secara umum daun pepaya mengandung papain 10 %, hemoprotein 45 %, dan lisozim 20 %. Enzyme Hemoprotein akan berfungsi sebagai katalisator dalam reaksi hidrolisis antara protein dan polypeptide.
Enzim lysozyme merupakan zat anti bakteri yang bekerja dengan cara memecah dinding sel bakteri. Sementara itu, rasa pahit daun pepaya disebabkan oleh kandungan alkaloid karpain yang sangat efektif digunakan untuk menurunkan demam, mereduksi tekanan darah, dan membunuh mikroba seperti amuba.

Foto Brilio.net
Foto Brilio.net

5. Leunca
Leunca merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup populer di masyarakat. Leunca memiliki ragam nama yang berbeda pada tiap daerah, seperti bobosa di Maluku, ranti di Jawa dan lain- lain. Leunca merupakan tumbuhan yang digolongkan ke dalam jenis umbi-umbian dengan nama latin Solanum Nigrum.
Buah pahit ini mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa itu bisa menghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali. Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang, dan antishok.

Solamargine dan solasonine mempunyai efek antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran pernapasan. Nilai gizi yang terkandung pada daun muda leunca diantaranya adalah alori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg).