Tak Cukup Dukungan, Republik Tarik RUU Kesehatan Pengganti Obamacare

Presiden AS Donald Trump dan Ketua DPR Paul Ryan di Gedung Capitol, Jumat pekan lalu/Foto: AP

Washington, Sayangi.Com– Kubu Partai Republik di DPR AS, pada Jumat (24/3) waktu Wahington, menarik RUU Layanan Kesehatan yang dimaksudkan untuk mengganti Obamacare setelah diketahui bahwa dukungan suara untuk meloloskan RUU itu tidak akan mencukupi. Padahal baik Senat maupun DPR AS dikuasai oleh Partai Republik.

Ini merupakan tamparan keras bagi Presiden AS Donald Trump yang selama kampanye pemilihan presiden lalu sesumbar akan mengganti Obamacare.

Trump mengkambing-hitamkan kegagalan itu kepada para politisi Partai Demokrat.

“Kami tidak bisa mendapatkan satu pun suara dari Partai Demokrat, dan kami agak sedikit malu, oleh karena itu kami menarik RUU itu,” kata Trump kepada Washington Post.

Ketua DPR Paul Ryan yang berasal dari Republik menyatakan bahwa dia dan Trump sepakat menunda pemungutan suara untuk pengesahan RUU pengganti Obamacare itu, setelah mengetahui tidak akan didukung minimal 215 suara Republik.

Dikutip dari BBC, sekitar 28 sampai 35 anggota Partai Republik menentang rancangan UU usulan Presiden Trump itu yang diberi nama American Health Care Act (AHCA).

Beberapa dari mereka menyatakan tidak puas karena RUU itu terlalu parah, sedangkan yang lainnya menilai perubahan yang ditawarkan RUU itu tidak jauh berbeda dari Obamacare.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan, presiden Trump sudah mengupayakan segala-galanya. Trump baru-baru ini berkomunikasi dengan lebih dari 120 anggota DPR guna meraih dukungan dari mereka.

Presiden berbicara kepada reporter tidak lama setelah keputusan itu dibuat, dan dia menuduh penolakan oleh fraksi Demokrat untuk mendukung RUU itu sebagai penyebab kegagalan. Pemimpin kelompok Minoritas di DPR, Nancy Pelosi, menanggapi tuduhan itu dengan mengatakan: “Saya akui itu yang kami lakukan.”​

Ditentang publik

RUU itu sendiri tidak populer di mata publik di mana sebagian besar publik tidak mendukungnya. Berbagai rumah sakit di AS juga menolak RUU layanan kesehatan baru yang diusulkan Trump.

Jajak pendapat oleh Reuters/Ipsos yang dirilis hari Jumat (24/3) memperlihatkan setengah dari responden mengatakan, RUU itu tidaklah memperbaiki Obamacare, atau UU layanan kesehatan di masa Presiden Obama.

Sebelumnya, sebuah kajian dari badan anggaran Kongres menyatakan bahwa RUU layanan kesehatan usulan Trump akan mengurangi defisit AS sampai 336 miliar dolar AS antara 2017 dan 2026. Namun jumlah warga AS yang tidak mempunyai asuransi kesehatan akan melambung menjadi 52 juta orang, atau naik 24 juta orang dibandingkan dengan saat Obamacare berlaku.