Pemimpin Baru Hong Kong Janji Atasi Perpecahan

Pemimpin baru Hong Kong Carrie Lam (kiri)/Foto: Reuters

Hong Kong, Sayangi.Com– Pemimpin baru Hong Kong, Carrie Lam, berjanji menyelesaikan perpecahan politik di pulau bekas jajahan Inggris itu, setelah memenangi pemilihan umum Minggu (26/3), yang oleh para aktivis demokrasi disebut sebagai tipuan karena kuatnya intervensi China daratan.

Lam dipilih sebagai pemimpin eksekutif baru oleh komisi pemilihan beranggota 1.200, terdiri dari orang-orang kaya dan anggota parlemen, yang sebagian besar pro-China.

Para aktivis demokrasi prihatin mengenai kemenangan Lam karena sikapnya yang condong pada China. Mereka khawatir akan campur tangan China yang meningkat di Hong Kong dan takut kehilangan azas “satu negara, dua sistem” yang menjamin kebebasan luas di Hong Kong.

“Hong Kong, rumah kita, menderita akibat perpecahan cukup serius dan menghimpun banyak frustasi. Prioritas saya adalah mengatasi perpecahan,” kata Lam, seperti dikutip AFP.

Dalam pidatonya kepada pers setelah memenangi pemilihan, Lam (59) mengatakan, bahwa dia siap memulai babak baru dalam perjalanan bersama masyarakat Hong Kong.

“Kerja menyatukan masyarakat kita menuju ke depan dimulai sekarang,” ujarnya, sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Lam mengatakan dia akan berdiskusi dengan orang-orang dari beragam sektor mengenai pembangunan Hong Kong, seperti menggunakan sumber daya baru dalam pendidikan, mengatasi masalah perumahan dan memperkenalkan kebijakan finansial dan pajak baru.

Dia juga berjanji berupaya sepenuhnya mempertahankan “satu negara, dua sistem” dan menjaga nilai-nilai inti Hong Kong.

“Saya yakin bahwa kita bisa mengesampingkan perbedaan dan mencapai solusi terbaik,” katanya.