Banjir Bandang Terjang Padang Sidimpuan, Empat Tewas

Ilustrasi banjir bandang/Foto: Antara

Medan, Sayangi.Com– Empat warga ditemukan tewas dalam banjir bandang di Kota Padang Sidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, pada Minggu (26/3) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Sidimpuan, Khairul Harahap, yang dihubungi pada Senin (27/3), mengatakan bahwa ia mendapat informasi ada lima warga yang hanyut.

Setelah dilakukan pencarian, empat warga yang hanyut berhasil ditemukan namun dalam kondisi telah meninggal dunia. Sedangkan satu lagi masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian.

BPBD belum dapat mempublikasikan nama empat warga yang tewas akibat hanyut dalam banjir bandang tersebut.

“Nama-namanya belum kami ketahui karena masih fokus dalam mencari yang satu lagi,” katanya.

BPBD juga belum dapat mengumumkan jumlah rumah yang rusak dan hanyut akibaat banjir bandang tersebut.

Sebelumnya, sebagian wilayah Kota Padang Sidimpuan dilanda banjir bandang pada Minggu (26/3) malam yang menyebabkan puluhan rumah di berbagai kelurahan mengalami kerusakan.

Banjir bandang itu melanda Kecamatan Padang Sidimpuan Angkola Julu, Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua, Kecamatan Padang Sidimpuan Selatan, dan Kecamatan Padang Sidimpuan Utara.

Posko Bantuan

BPBD Kota Padang Sidimpuan telah mendirikan delapan posko dan dapur umum untuk penanganan banjir bandang yang melanda daerah itu.

Sekretaris BPBD Padang Sidimpuan Juli Safitri mengatakan, posko dam dapur umum itu didirikan untuk menampung dan membantu warga yang menjadi korban banjir. Posko tersebut menyediakan sarapan bagi warga yang harus mengungsi akibat rumahnya tergenang atau rusak.

Posko dan dapur umum tersebut didirikan di Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padang Sidimpuan Selatan, di Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua, Padang Sidimpuan Utara, Padang Sidimpuan Tenggara, dan Kecamatan Padang Sidimpuan Hutaimbaru.

Untuk sementara, ratusan murid SDN 200114/22 Kantin Lombang, Kecamatan Padang Sidimpuan Utara terpaksa diliburkan karena kondisi sekolah mengalami rusak dan tertimbun lumpur.

Sumber: Antara