Sidang Korupsi e-KTP Ditunda Karena Miryam Sakit

Miryam S Haryani menangis saat menjadi saksi terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (23/3)

Jakarta, Sayangi.Com– Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (27/3), ditunda karena Miryam S Haryani yang seharusnya menjadi saksi tidak dapat hadir dengan alasan sakit.

“Kami terima surat dari RS Fatmawati yang menerangkan Miryam perlu istirahat karena sakit selama dua hari. Majelis berpendapat persidangan kita tangguhkan untuk dilanjutkan pada sidang berikutnya hari Kamis (30/3),” kata ketua majelis hakim Tipikor Jhon Halasan Butarbutar, di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin.

Padahal, jaksa penuntut umum KPK sudah menghadirkan tiga orang saksi dari penyidik KPK yaitu Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M Irwan Santoso.

Ketiganya dihadirkan untuk dikonfrontir dengan Miryam karena dalam persidangan tanggal 22 Maret 2017 lalu, Miryam sambil menangis mengaku ditekan oleh penyidik KPK saat diperiksa di tahap penyidikan. Dengan alasan itu, ia mencabut semua keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Miryam Haryani adalah anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Hanura, yang dalam dakwaan jaksa KPK disebut ikut mengkoordinir saat pembahasan anggaran untuk proyek e-KTP. Pada DPR periode 2014-2019 saat ini, Miryam duduk sebagai anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.

“BAP isinya tidak benar semua karena saya diancam sama penyidik tiga orang, diancam pakai kata-kata. Jadi waktu itu dipanggil tiga orang penyidik. Satu namanya Pak Novel, Pak Damanik, satunya saya lupa. Baru duduk sudah ngomong ibu tahun 2010 mestinya saya sudah tangkap, kata Pak Novel begitu. Saya takut. Saya ditekan, tertekan sekali waktu saya diperiksa,” kata Miryam, sambil terisak, pada Rabu (22/3).

6 Saksi Lain

Jaksa Penuntut Umum KPK menerima usulan majelis hakim mengenai penundaan sidang dan akan kembali berupaya menghadirkan Miryam pada Kamis (30/3).

“Sesuai agenda, kita akan konfrontir dengan Miryam. Kami sependapat karena Miryam tidak hadir jadi hilang esensi. Hari kamis akan kami lanjutkan, tapi kami tidak mendapatkan surat sakit jadi kami harapkan mendapat copy surat agar bisa follow up dan soal saksi hari Kamis kami baru bisa kirimkan surat panggilan nanti siang,” kata anggota JPU KPK Abdul Basir.

Sedangkan ketua JPU KPK Irene Putri mengatakan pada Kamis nanti selain Miryam dan 3 penyidik KPK, juga akan dihadirkan 6 saksi lain.

“Kamis nanti kita akan panggil 6 lagi. Kalau Miryam datang, kita utamakan itu dulu. Bu Miryam dengan 3 saksi untuk kita verbalisasikan keterangannya. Ya semua fraksi akan kita panggil tapi kita akan lihat waktunya,” tutur Irene.