Dolar ke Level Terendah Setelah Trump Gagal Loloskan RUU Kesehatan

New York, Sayangi.Com– Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada pada perdagangan di New York, Senin (27/3) waktu setempat (Selasa pagi WIB).

Pelemahan dolar AS ini merupakan rekor terendah sejak November 2016, karena sentimen negatif investor terhadap prospek fiskal pemerintahan AS yang baru, menyusul kegagalan Donald Trump dan Partai Republik meloloskan RUU reformasi layanan kesehatan pengganti Obamacare.

Seperti diketahui, Partai Republik menarik Rancangan Undang-undang layanan kesehatan yang mereka usulkan pada Jumat (24/3) karena mengetahui akan gagal meraih cukup dukungan suara dari DPR AS. Kegagalan itu disebabkan oleh adanya perpecahan di kubu Fraksi Partai Republik dan penolakan bulat dari Partai Demokrat.

Menyusul kegagalan itu, analis mengatakan, ada peningkatan kekhawatiran bahwa reformasi pajak, belanja infrastruktur dan deregulasi Trump mungkin akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk mendapat persetujuan parlemen Amerika Serikat.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,46 persen menjadi 99,170 pada akhir perdagangan Senin. Sebagai informasi, Indeks dolar AS pernah mencapai rekor di level 104,00 pada awal Januari 2017 karena ekspektasi investor bakal adanya stimulus perdagangan di bawah Trump.

Pada akhir perdagangan New York, Senin, euro naik menjadi 1,0873 dolar AS dari 1,0781 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2572 dolar AS dari 1,2512 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia beringsut turun menjadi 0,7616 dolar AS dari 0,7630 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,47 yen Jepang, lebih rendah dari 111,11 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9846 franc Swiss dari 0,9930 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3382 dolar Kanada dari 1,3345 dolar Kanada, demikian menurut kantor berita Xinhua.