Sore Hari Terjadi Hujan Es di Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Hujan petir disertai angin kencang diprediksi akan terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek pada Senin (2/10)

Jakarta, Sayangi.Com– Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Selasa (28/3), yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, diwarnai fenomena langka yakni terjadinya hujan es.

Melalui informasi dari beberapa grup WhatsApp (WA) yang diterima Sayangi.Com, hujan es antara lain terjadi di Jalan Fatmawati dan kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan, serta wilayah Condet di Jakarta Timur.

Selain hujan es yang dilaporkan berlangsung singkat, hujan lebat disertai angin kencang di Jakarta sore ini, juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi yang berimbas pada terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Seperti dilaporkan melalui akun twitter Polda Metro Jaya, sebuah pohon tumbang di depan SPBU Shell Jl. MT. Haryono menuju arah ke Cawang mengakibatkan arus lalu lintas menuju Halim tersendat.

Pohon tumbang di Jl. MT. Haryono (arah ke Cawang/Foto: twitter TMC Polda Metro, @robikinemhas

Akun @tata_rafael juga melaporkan sebuah pohon tumbang di Jalan KH Abdullah Syafii, Lapangan Ros, arah ke Kampung Melayu, yang mengakibatkan pagar pembatas jalan rusak.

Pohon tumbang di Lapangan Ros, Casablanca, arah ke Kampung Melayu/Foto: twitter TMC Polda Metro, @tata_rafael

Penjelasan BMKG

Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko, melalui penjelasan tertulis, mengatakan bahwa hujan es yang terjadi di wilayah Jabodetabek pada Selasa (28/3) sore, merupakan fenomena cuaca yang alami dan biasa terjadi.

Menurutnya, hujan lebat disertai butiran es biasa terjadi di masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Ada beberapa indikasi yang mendahuluinya, antara lain terjadi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Indikasi lainnya, kata Tirto, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat disertai dengan kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60%).

Lebih lanjut, Tirto menjelaskan, mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepi sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya, menurut Tiro, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus.

“Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Juga terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri,” kata Tirto.