Film Hidden Figures, Spirit Perjuangan Kulit Berwarna di Era 60-an

Foto oleh Berani Peduli
Foto oleh Berani Peduli

Jakarta, Sayangi.com– Hidden Figures, film Hollywood yang sudah tayang di bioskop mulai 25 Desember 2016, ini termasuk dalam kategori drama. Film berdurasi 2 jam 7 menit ini disutradarai Theodore Melfi dan skenarionya ditulis bersama oleh Allison Schroeder, Theodore Melfi, dan Margot Lee Shetterly.

Cerita film ini diangkat dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat era tahun 1960-an. Sejumlah bintang ternama ambil bagian dalam film ini, antara lain Taraji P. Henson, Octavia Spencer, Janelle Monae, Kevin Costner, Kirsten Dunst, Jim Persons, dan Mahershala Ali.

Film ini berkisah tentang tiga wanita yaitu Dorothy Vaughn, Mary Jackson dan Katherine Johnson yang terlibat dalam sebuah proyek penelitian NASA yang kala itu sedang berlomba dengan Rusia untuk bisa menempatkan orang di luar angkasa.

Pada awalnya ketiga wanita kulit hitam itu dipandang sebelah mata oleh rekan-rekan sekantor yang berkulit putih. Di era 1960-an itu Amerika masih membedakan pekerja berdasarkan warna kulit. Tidak hanya mereka bertiga, perbedaan kelas saat itu berlaku pada semua kulit berwarna. Bahkan untuk urusan toilet kantor pun masih dilabeli warna kulit.

Foto oleh decider.com
Foto oleh decider.com

Kondisi tersebut membuat Dorothy, Mary dan Katherine melakukan perjuangan yang gigih di bidangnya masing masing. Ketiga wanita tersebut memang pintar dan mahir dalam matematika dan perhitungan.

Perjuangan ketiga wanita itu akhirnya mendapat pengakuan saat mereka berhasil membuat perhitungan yang memungkinkan Amerika berhasil mengorbitkan warganya pertama kali ke angkasa luar. Berkat perhitungan ketiga wanita ini, astronot John Glenn menjadi manusia pertama yang berhasil pergi mengorbit ke luar angkasa dengan selamat dan sukses.

Tiga perempuan jenius Afrika-Amerika ini merupakan otak di balik salah satu operasi terbesar dalam sejarah AS.

Foto MY DIRT SHEET
Foto MY DIRT SHEET

Peran ketiga wanita tersebut menuai banyak sekali pujian. Prestasi yang diukir oleh ketiga wanita kulit berwarna tersebut pada akhirnya membuka mata orang – orang kulit putih, agar tak memandang sebelah mata lagi atas kulit berwarna.

Perjuangan ketiga wanita yang digambarkan dalam film ini sangat inspiratif. Bagaimana tidak tahun 1961 cara mereka melawan politik apartheid di Amerika adalah melalui etos dan prestasi kerja.

Di Film ini ditemukan dialog sarkatik yang mengelitik. Adegan Sarkatik adalah kalimat dialog tentang aturan perbedaan warna kulit yang berlaku di segala lini kehidupan.Betapa tidak, era tahun1960-an di negara Amerika ,warna kulit menentukan nasib, tingkat pendidikan, dan jenjang karier. Padahal kewajiban kulit berwarna juga membayar pajak dengan jumlah yang sama kepada negara.

Tidak ada toilet untuk saya di gedung ini,” ucap Katherine G. Johnson (Taraji) kepada atasannya di NASA, Al Harrison (Kevin). Apa maksudmu?” sahut Al, dengan muka menegang setelah mendapati Katherine tidak ada di meja kerjanya selama hampir 40 menit.

“Tidak ada toilet untuk saya kulit berwarna di gedung ini. Dengan penuh emosi Katherine mengatakan kepada atasannya (Al Horrison). Untuk membuang urine saja, ia harus berlari sejauh 800 meter, ungkapnya.

Foto 20th Century Fox
Foto 20th Century Fox

Katherine menambahkan,ia bekerja di kantor ini layaknya seekor anjing siang dan malam bersama teko khusus untuk kulit berwarna yang tidak pernah diisi air, Pak!” jeritnya, yang didengar dan disaksikan oleh seluruh karyawan departemen komputasi, NASA.

Adegan yang juga menyentuh kemanusiaan, Bos Al Harrison mengambil Palu kemudian menghancurkan papan tulisan ‘colour’ di dinding toilet. Al mengingatkan bahwa di NASA semua orang mempunyai tujuan yang sama, sepatutnya tak ada perbedaan warna kulit.

Ketika missi Amerika di luar angkasa dibayangi Rusia, Katherine janda tiga anak yang kemudian dinikahi oleh Kolonel Jim Johnson (Mahershala),menjadi sosok penentu di balik pencapaian NASA. Ia adalah perempuan kulit hitam yang menentukan nasib roket Amerika terbang di lintasan mana dan mendarat di titik koordinat sebelah mana.

Selain dialog soal toilet berjarak 800 meter di atas, ada sebuah momen yang menyentuh kesadaran Adegan saat Katherine Katherine dihadang oleh rekan kerjanya untuk mendengarkan rapat petinggi NASA agar perhitungan matematika analisa orbit satelit dan koordinat  bisa ia kerjakan secara cepat dan akurat.

Di tahun itu belum ada sejarah perempuan, apalagi kulit berwarna terlibat dalam rapat petinggi NASA. Atas persetujuan Al Horrison atasan Katherina, ia diijinkan bergabung. Ia mengukir sejarah, betapa tidak ia perempuan kulit berwarna pertama yang dijinkan rapat bersama petinggi NASA.

Foto oleh 20th Century Fox
Foto oleh 20th Century Fox

Cara sinematografer membidik eagle,saat adegan tangan Al menyerahkan sebatang kapur ke tangan Katherine benar-benar bikin menyentuh hati. Ada juga adegan yang cukup dramatis saat Mary Jackson menggugat ke pengadilan karena jenjang kariernya terhalang warna kulit. Adegan saat expresi kekecewaan Octavia mendapat tugas menjadi pengawas, namun tidak diangkat secara resmi, serta tidak digaji layaknya pengawas lain, betul betul tergambar dengan apik.

Unsur cintapun dalam sebuah film ini tergambar apik dalam filmi. Penonton akan melihat Bagaimana saat adegan cinta tergambar dengan anggun. Saat Adegan di meja makan, adegan dansa, hingga adegan seorang suami membekali istrinya pensil arang untuk mengejar pendidikan di sekolah kulit putih.

Film ini mengkombinasikan kecerdasan naskah dengan kekuatan akting para pemain yang matang. Semua tokoh penting dalam kisah film ini memberi penampilan apik. Film ini meraih tiga nominasi Oscar untuk Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Sedangkan SAG Awards memberi gelar Film dengan konfigurasi pemain terbaik.

Hidden Figures, adalah film penuh inspirasi manakala sebuah perjuangan mewujudkan cita cita akan berbanding lurus dengan hasil yang dicapai. Selain itu film ini juga banyak menginspirasi tentang kisah cinta sejati, perjuangan kelas serta perjuangan mewujudkan kesetaraan gender.

www.greenbeltonline.com
Ftot oleh www.greenbeltonline.com

Film yang diadaptasi dari kisah nyata ini berisi pesan moral yang mengingatkan kita bahwa kesungguhan dalam perjuangan tak akan pernah sia sia