Ini Nama 14 Calon Dewan Komisioner OJK Yang Dipilih Presiden Jokowi

Jakarta, Sayangi.Com– Presiden Joko Widodo telah memilih 14 nama calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Periode 2017-2022, yang akan mengikuti tahap uji kepatutan dan kelayakan  (fit and proper test) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dikutip dari Antara, 14 nama tersebut tertuang dalam salinan Lampiran Surat Presiden Nomor R-18/Pres/03/2017 tertanggal 22 Maret 2017.

Sesuai Undang-Undang OJK, Presiden harus memilih masing-masing dua calon untuk tujuh anggota DK-OJK dari 21 nama yang telah diseleksi oleh Panitia Seleksi.

Selanjutnya, DPR akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap nama-nama tersebut untuk memilih tujuh anggota DK-OJK dalam 45 hari kerja hingga 6 Juni 2017. Hasilnya akan disampaikan DPR kepada Presiden dalam lima hari kerja hingga 12 Juni 2017.

Presiden memiliki kewajiban mengangkat dan menetapkan tujuh anggota DK-OJK periode 2017-2022 dalam 26 hari kerja hingga 18 Juli 2017. Dengan demikian, tujuh anggota DK-OJK ini bisa dilantik oleh Mahkamah Agung pada 20 Juli 2017.

Berikut adalah 14 nama calon dewan komisioner OJK yang dipilih Presiden yaitu:

Calon Ketua merangkap Anggota:

1. Wimboh Santoso, SE, MSc, Ph.D
2. Sigit Pramono

Calon Wakil Ketua /Ketua Komite Etik merangkap Anggota:

1. H. Agus Santoso, SH, LLM
2. Riswinandi

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota:

1. Heru Kristiyana, SH, MM
2. Dr Agusman, SE, AKT, MBA

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota:

1. Nurhaida
2. Arif Baharudin, SE, MBA, CA

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap Anggota:

1. Ir Edy Setiadi, MSc
2. Hoesen

Calon Ketua Dewan Audit merangkap Anggota:

1. Prof Dr Haryono Umar, Ak, MSc, CA
2. Ahmad Hidayat, MBA

Calon Anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen:

1. Tirta Segara, SE, MBA
2. Prof Firmanzah, Ph.D

Dengan terpilihnya 14 nama tersebut, berarti tujuh nama yang dicoret adalah Zulkifli Zaini, Etty Retno Wulandari, Dwityapoetra Soeyasa Besar, Freddy R. Saragih, Adi Budiarso, Maliki Heru Santosa dan Yohanes Santoso Wibowo.