Polri: Indonesia Jadi Jalur Penyelundupan Manusia Karena Aksesnya Mudah

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjenpol Herry Rudolf Nahak saat memberikan keterangan kepada awak media di Bareskrim Polri, Rabu (29/3). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjenpol Herry Rudolf Nahak saat memberikan keterangan kepada awak media di Bareskrim Polri, Rabu (29/3). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).

Jakarta, Sayangi.com – Selain di Makasar, Bareskrim Polri juga berhasil membongkar sindikat penyeludupan orang melalui Indonesia di Dumai, Riau. Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjenpol Herry Rudolf Nahak, keberhasilan ini berkat kerjasama beberapa pihak.

“Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerjasama antara Bareskrim Polri, pihak imigrasi, Polres Dumai dan masyarakat,” ujar Herry di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (29/3).

Herry juga mengatakan, dipilihnya Indonesia sebagai jalur penyeludupan manusia karena akses keluar masuk yang mudah. Oleh karena itu, Herry juga mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi bahan koreksi semua pihak yang terkait dalam hal pengamanan wilayah.

“Indonesia dipilih karena mudah masuk mudah juga keluar, ini menjadi koreksi untuk kita,” tegasnya.

Herry menerangkan bahwa kasus penyelundupan manusia di Dumai terjadi sejak tahun 2011, dengan tersangka berinisial HS yang bertindak sebagai koordinator sindikat. Selain itu, pihak kepolisian juga berhasil menyita barang bukti berupa beberapa dokumen.

“Dokumen yang berhasil kita amankan berupa Paspor, kuitansi, akte lahir, KK (kartu keluarga), sejumlah kartu ATM dan buku tabungan serta beberapa unit telepon genggam,” paparnya.

Lebih lanjut Herry menerangkan, bahwa tersangka HS dalam satu bulan dapat menyeludupkan sekitar 600 orang ke Malaysia dan Australia. Dalam pengakuannya, HS telah berhasil menyelundupkan sekitar 2700 orang dalam 8 bulan terakhir.

“Dalam 8 bulan terakhir sekitar 2700 orang berhasil diseludupkan. Dari rekening para tersangka ditemukan aliran dana sebesar Rp. 800 juta,” katanya.