Media Sosial Bisa Membuat Penggunanya Makin Kesepian

Ilustrasi Makin Banyak di Media Social Kemungkinan Makin Makin Kesepian.Foto oleh NPR.com
Ilustrasi: Makin Banyak di Media Sosial Kemungkinan Makin Kesepian/Foto:NPR.com

Jakarta Sayangi.com– Perkembangan teknologi komunikasi saat ini membuat kita terhubung dengan orang-orang terdekat selama 24 jam dalam sepekan. Tapi tunggu dulu, studi terbaru menyebutkan bahwa media sosial justru bisa membuat individu merasa semakin kesepian.

Studi yang dilakukan oleh Brian Primack, seperti dilansir dalam NPR.com (6/3), menemukan bahwa jika Anda menghabiskan waktu untuk media sosial setiap hari lebih dari dua jam, peluang merasa terisolasi semakin besar bahkan dua kali lipat.

Penelitian Brian Primack dilakukan oleh University of Pittsburgh dan meneliti 1.787 orang dewasa berusia antara 19 dan 32 tentang penggunaan 11 situs media sosial paling populer – Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Snapchat, Reddit, Tumblr, pinterest, Vine dan LinkedIn. Penelitian tersebut pada periode tahun 2014.

Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang mengunjungi jejaring sosial lebih dari 58 kali seminggu cenderung tiga kali lebih mungkin merasa kesepian ketimbang mereka yang menggunakan situs di bawah sembilan kali.

Membunuh Kesepian dengan Gadget atau Sepi karena Gadget?.Foto www .gettyimage.com
Membunuh Kesepian dengan Gadget atau Sepi karena Gadget?.Foto www gettyimage coi

Elizabeth Miller, profesor pediatri di University of Pittsburgh.”Kami belum tahu yang datang duluan apakah akibat penggunaan media sosial atau perasaan isolasi social. Namun tidak jelas apakah media sosial menyebabkan kesepian, atau orang yang sudah kesepian lebih sering menghabiskan waktu untuk media sosial. Karena Sudah lama ada anggapan bahwa media sosial memberikan kontribusi terhadap kenaikan FOMO (fear of missing out), tapi studi ini menunjukkan masalah sebenarnya mungkin lebih serius.

Miller menambahkan “Ada kemungkinan bahwa orang dewasa muda yang awalnya merasa terisolasi secara sosial beralih ke media sosial. Atau bisa juga bahwa peningkatan penggunaan media sosial entah bagaimana menjadi penyebab perasaan terisolasi dari dunia nyata. ”

Studi ini menunjukkan bahwa semakin lama seseorang menghabiskan di media sosial, semakin sedikit waktu yang mereka miliki untuk interaksi sosial dalam kehidupan nyata.

semakin sedikit waktu yang mereka miliki untuk interaksi sosial dalam kehidupan nyata.
Semakin sedikit waktu yang mereka miliki untuk interaksi dengan anak dalam kehidupan nyata.