Rampok Menyerupai ISIS di Sumsel Dibekuk, 1 Tewas , 1 Nyebur Sungai

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto memperlihatkan lima senpi rakitan yang digunakan para perampok dalam rilis di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (30/3/2017).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto memperlihatkan lima senpi rakitan yang digunakan para perampok dalam rilis di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (30/3/2017).

Palembang, Sayangi.com – Kawanan perampok yang meresahkan masyarakat karena melakukan aksinya menyerupai ISIS berhasil diringkus polisi.

Lima dari delapan komplotan perampokan yang menyebabkan tauke karet dan sopirnya meninggal dunia itu dilumpuhkan, satu diantaranya tewas saat baku tembak dengan petugas sedangkan satu lagi nekat terjun ke Sungai Ogan dan belum diketahui nasibnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto ketika rilis di RS Bhayangkara Palembang menuturkan, pelaku perampokan bertindak sangat sadis dan menyerupai ISIS. Dikatakannya, dua korban perampokan tewas dilokasi kejadian karena ditembak di bagian kepala.

“Perampokan ini sangat biadab. Karena para pelaku ini menghadang, disekap lalu dieksekusi dari belakang dengan cara ditembak. Tindakan mereka ini seperti ISIS, ini dibilang sangat biadab. Jadi, dengan tindakan pelaku seperti ini, saya perintahkan Ditreskrimum Polda dan Polres Mura untuk menangkap para pelaku dan belum boleh pulang bila pelaku belum tertangkap,” ujar Agung kepada wartawan, Kamis (30/3/2017).

Menurut dia, komplotan ini kerap beraksi di sejumlah provinsi, seperti Jambi, Sumsel, dan Bengkulu. Sasarannya adalah pengendara mobil dan pencurian sepeda motor.

“Jika beraksi selalu bersama-sama, anggotanya delapan orang. Kami masih padukan dengan LP di polda lain,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo menjelaskan, para tersangka terlibat dalam perampokan Tauke Karet di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas, 7 Maret 2017.

Edi Yus (30) dan Patri Husein (25) yang merupakan tauke karet tewas ditembak di bagian kepala. Sedangkan satu korban lain, Pahendra (22) selamat meski juga terkena tembakan tersangka. Setelah ditembak, para korban dilempar ke sungai oleh pelaku dan uang sebesar Rp 86,1 juta serta mobil truk dibawa kabur pelaku.

“Kebetulan satu korban selamat dan kita dapatkan keterangan. Ciri-ciri para pelaku terungkap dan akhirnya kita bekuk,” kata dia.

Modus yang digunakan adalah menghubungi pelaku lain untuk mengetahui tauke yang sedang menjual karet ke Palembang. Kemudian, mereka menunggu korban di jalanan sepi dengan mengendarai mobil dan motor.

Begitu korban melintas, para pelaku berpura-pura meminta bantuan karena mobilnya mogok. Lalu, pelaku menodong pistol rakitan ke semua korban dan menggiringnya ke dekat sungai.

Para korban dibariskan berjajar menghadap arah sungai dengan tangan terikat. Dari belakang, pelaku menembak kepala masing-masing korban sebanyak dua kali dan selanjutnya dilempar ke sungai.

“Makanya Kapolda bilang mirip ISIS, karena memang sadis, digiring, ditembak dari belakang, dan dibuang ke sungai. Ini memang telah direncanakan para tersangka,” jelasnya.

Pelaku tewas adalah Suwarno alias Warno Jumali (23), warga Desa SP 6 HTI, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Dia terkena tembakan di dada dalam adu tembak dengan polisi, Rabu (29/3) sore.

Sementara pelaku yang tenggelam di Sungai Ogan di Baturaja, Ogan Komering Ulu, saat penggerebekan adalah Minok. Polisi masih melakukan pencarian karena jasadnya belum ditemukan.

Tiga tersangka lain yang ditangkap adalah Junarso alias Jun Tatto (39), warga Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahyang, Bengkulu, yang mengalami tiga tembakan di kaki; Paryadi (41) warga Desa Jejarab Baru, Kecamatan Megang Sakti, Musi Rawas, yang juga ditembak di kaki kiri; serta Sugiman (29) warga Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahyang, Musi Rawas.