Dema UIN Jakarta Tidak Ikut Aksi 30-31 Maret

Jakarta, Sayangi.Com– Kepala Departemen Advokasi dan HAM Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Syarif HidayatullahUINUINJakarta, Muhammad Aulia Rahman, menyatakan bahwa institusinya tidak ikut dalam aksi mahasiswa 30-31 Maret 2017 di depan gedung DPR-MPR maupun di depan Istana Negara

“Ketidak ikutsertaan Dema-UIN Jakarta pada aksi kali ini berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pengurus Dema. Hasil kajian menganggap bahwa isi tuntutan pada aksi kali ini tidak rasional,” kata Aulia Rahman, dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (30/3).

Menurut Aulia, bukan berarti Dema UIN Jakarta bersikap apatis, tapi aksi yang mengatasnamakan mahasiswa kali ini tidak memiliki asal usul dan sanad yang jelas.

“Sebagai mahasiswa kita memiliki kultur tersendiri, yakni segala sesuatu dimulai dengan melakukan kajian. Kita menilai bahwa tuntutan aksi kali ini sudah tidak rasional bagi mahasiswa” kata Aulia Rahman seperti dalam keterangan pers, di Jakarta, (30/03).

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Riyan Hidayat. Ia mengatakan, salah satu alasan mengapa Dema UIN Jakarta tidak ikut terlibat karena nuansanya yang terlalu politis dan aksinya pun sudah tidak lagi substansial.

“Aksi turun ke jalan mengkritisi kebijakan publik itu baik. Tapi, kalau sudah hilang dari substansinya dan waktunya tidak pas dilaksanakan maka akan berbahaya bagi kita mahasiswa yang seyogyanya harus berada di garis depan perjuangan membela rakyat. Tugas kita meluruskan. Saya berpandangan bahwa Dema UIN Jakarta tidak perlu ikut dalam aksi kali ini. Kalaupun masih ada, maka itu adalah oknum. Bukan lembaga,” kata Ryan.