Empat Kader IMM Juga Jadi Tersangka Kasus Permufakatan Makar

Aktivis IMM Zainudin Arsyad saat diperiksa di Mako Brimob. (Foto: Istimewa)
Aktivis IMM Zainudin Arsyad saat diperiksa di Mako Brimob. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sayangi.com – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Jaya dikabarkan telah menetapkan empat kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai tersangka kasus permufakatan makar. Mantan Ketua IMM Beni Bramula termasuk salah satu di antaranya.

Kabar penetapan tersangka aktivis IMM tersebut diungkap koordinator tim advokasi Forum Syuhada Indonesia (FSI) Hendry Kurniawan kepada wartawan saat menjenguk kliennya di Mako Brimob Kelapadua, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/3) malam. Menurutnya, para aktivis yang di tetapkan tersangka pada kloter kedua hari ini berasal dari dua organisasi, yaitu IMM dan FSI.

“Laporan yang saya terima, ada tiga orang yang ditangkap dari FSI, Dito Nugraha, Andry dan Agus. Empat lagi dari IMM, Zainuddin Arsyad, Beni Pramula, Eka Putra, dan Ferry,” kata Hendry Kurniawan seperti dilaporkan RMOL.

Dari nama-nama tersebut, hanya Zainuddin Arsyad, Andry dan Dito Nugraha yang ditangkap penyidik pada kloter pertama. Ketiganya ditangkap bersama dua tersangka lainnya, Muhammad Al Khaththath dan Irwansyah.

Sedangkan empat tersangka yang ditangkap pada kloter kedua adalah Agus dari FSI dan tiga dari IMM. Yaitu, Beni Pramula, Eka Putra, dan Ferry.

Hendry menegaskan jika dirinya hanya mendampingi klien dari FSI saja. Mengingat, tersangka lainnya sudah dikuasakan kepada pengacara masing-masing.

“Saya ke sini khusus mendampingi (tersangka) Panglima FSI Dito Nugraha dan anggota FSI lainnya,” terang Hendry.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Metro Jaya terkait kabar penangkapan maupun penetapan tersangka kasus makar yang melibatkan mantan ketua aktivis IMM Beni Pramula ini.