Cemilan Sehat Untuk Tumbuh Kembang Anak

Cemilan Sehat Untuk Anak Foro Teknoflas.com
Cemilan Sehat Untuk Anak Foro Teknoflas.com

Jakarta, Sayangi.com– Pada masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan nutrisi yang baik dan tepat untuk membantu kemajuan sistem kecerdasan serta kesehatan. Kadang anak-anak tidak selalu menyukai sarapan, makan siang, atau makan malam, karena nafsu makan yang sering terganggu. Untuk itu, sebagai orang tua harus bisa mengganti makanan berat dengan cemilan yang menyehatkan untuk anak. Cemilan sehat sesuai usia mereka.

Kebanyakan cemilan yang biasa dipilih anak dan beredar di pasaran tidaklah sehat karena terlalu manis, tinggi MSG, atau banyak bahan pengawet.

Variasi Buah untuk camilan anak.Foto jual keripik
Variasi Buah untuk camilan sehat anak.Foto jual keripik

Untuk mengetahui apa saja cemilan yang sehat untuk anak, sayangi.com telah merangkumnya dari berbagai sumber tentang cara memilih cemilan sehat untuk anak, diantaranya:

1. Jauhkan Junk dan Fast Food

Untuk membiasakan anak memilih nutrisi yang sehat, orang tua harus melakukannya pada diri sendiri dan seluruh anggota keluarga. Caranya bisa dengan mengganti makanan tidak bergizi yang tersimpan dalam lemari es atau stoples di meja makan.

Ganti keripik pada stoples yang biasa terdapat di meja dengan makanan yang lebih menyehatkan. Bila lemari es berisi makanan cepat saji semacam sosis, cepatlah ganti dengan buah dan sayuran. Dengan begitu, seluruh anggota keluarga Anda akan memperoleh multimanfaat.

Cemilan untuk anak yang nilai gizinya tinggi.Foto oleh Makananmu.com
Cemilan untuk anak yang nilai gizinya tinggi.Foto oleh Makananmu.com

2. Pilih Makan Berserat 

Makanan yang berserat dibutuhkan anak-anak untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Fungsi serat adalah memaksimalkan dan menyehatkan sistem pencernaan dalam melakukan pekerjaannya. Kebutuhan serat harian tiap anak berbeda. Yang terpenting, kebutuhan serat tiap harinya tercukupi dengan baik. Untuk itu orang tua bisa memberinya berbagai cemilan yang berserat untuk tumbuh kembang anak. Anak-anak biasanya tidak terlalu suka pada sayur dan buah-buahan. Hal tersebut bisa disiasati dengan memberi anak jagung, kacang, alpukat, dan roti, selai kacang yang kandungan gulanya rendah, buncis, wortel, timun, selada air. Buatlah kreasi makanan ringan dari bahan bahan tersebut.

3. Jangan Paksa, Gabung Makanan Favoritnya dengan Buah Sehat

Anak-anak kadang sulit jika disuruh mengkonsumsi buah dan sayur yang sejatinya adalah makanan sehat dan bergizi tinggi. Banyak orang tua justru mengalah atas keinginan anak yang punya pola seenaknya. Itu adalah kebiasaan buruk yang membawa dampak negatif pada saat dirinya mulai dewasa. Jangan bingung dan pasrah, mari mencoba untuk mengombinasikannya. Bila anak suka cokelat, lakukan pendekatan secara perlahan dengan mengenalkannya pada selai kacang atau strowbery pada roti tiap sarapan pagi. Bila anak sudah suka roti bisa diganti dengan beberapa jenis buah. Pisang atau jambu atau alpukat yang dibelah dan dioleskan selai kacang atau cokelat kesukaannya.

4. Tarik Perhatian Anak

Kalau punya cukup waktu, trik rahasia dari restaurant untuk ‘mencuri perhatian’ pembeli bisa dilakukan. Sajikan makanan dengan tampilan menarik, dan untuk mewujudkannya memang diperlukan sedikit waktu serta kreatifitas. Kreasi-kreasi tersebut bisa dilihat beberapa contoh variasi menu makanan di Internet.

Kreasi camilan sehat yang akan menarik perhatian anak. Foto DGspeak.com
Kreasi camilan sehat yang akan menarik perhatian anak. Foto DGspeak.com

5. Cari Waktu Kesukaan Anak Untuk Memberikan Variasi Menu Makanan

Sebagai contoh, menu sarapan sebagai uji coba untuk melihat apakah anak suka dengan makanan tersebut. Makan pagi sering dianggap oleh anak sebagai waktu yang tepat untuk mengisi perut yang sedang lapar-laparnya.

Untuk itu berikan variasi menu sarapan dengan beberapa makanan seperti telur orak-arik bercampur variasi sayuran. Bila tidak suka, coba ganti dengan makanan yang lebih kid-friendly. Atau bila perlu, tanyakan langsung apa makanan kesukaan dia atau tawarkan makanan yang hendak dibuat untuk mendapat ‘persetujuannya’.

6. Pilih Yang Sedikit Manis

Gula memang tak selamanya buruk untuk kesehatan anak bila tidak dikonsumsi berlebihan. Ketetapan tersebut bisa diterapkan untuk memberi nutrisi pada anak. Berilah cemilan yang sehat bagi anak yang memiliki rasa manis seperti yoghurt atau smoothies dengan campuran susu low-fat. Bila ingin yang lebih praktis, bisa dibuat cemilan cair –yaitu membuat jus dari buah kesukaannya.

Foto oleh CeritaPerut
Foto oleh CeritaPerut

7. Jangan Mudah Percaya Dengan Label Produk

Pada makanan ringan kemasan yang terjejer di minimarket misalnya, bisa dilihat kandungan gizi pada bagian belakang produk. Di situ mungkin tercantum kadar gula atau lemaknya. Mungkin beberapa dari produk yang dipasarkan, mereka berani melabeli produknya dengan keterangan ‘zero’ kolesterol, dan padahal tetap membuat tubuh menimbun kolesterol baru setelah mengonsumsinya.

Cemilan manispun sama. Meski kadar gula dan pengawetnya tidak banyak, namun kandungan kalorinya tinggi. Jadi jangan sampai terpengaruh dengan label produk. Lebih baik buat cemilan sendiri, home made sudah tentu lebih baik.