Kadiv Humas Polri: Pemuda Dominan dalam Memberikan Arah Perubahan Bangsa

Boy Rafly Amar saat memaparkan tentang tema "Kemitraan Polri dan Generasi Muda dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Hukum”

Bogor, Sayangi.com – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polisi Republik Indonesia Irjen (Pol) Boy Rafly Amar memuji kekuatan dan peran pemuda dalam perjalanan bangsa ini. Pemuda kata dia, sudah terbukti sangat dominan dalam mengarahkan perjalanan bangsa ini.

“Bahwa pemuda di negara kita menjadi pilar penting bagi bangsa Indonesia sampai hari ini. Jadi pemuda begitu dominan dalam memberikan arah perubahan bangsa,” kata Boy Rafly saat menjadi pembicara dalam Latihan Kepemimpinan Kebangsaan yang digelar Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) di Wisma DPR RI, Kopo, Puncak, Bogor, Jumat (31/3) malam.

Latihan Kepemimpinan Kebangsaan Angkatan II ini diikuti oleh 70 delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi kemahasiswaan dan pemuda (OKP) se-Jabodetabek. Latihan ini digelar selama tiga hari, yakni mulai Jumat, 31 Maret 2017 sampai 2 April 2017.

Selain Boy Rafly, dalam Pelatihan Kepemimpinan Bangsa Angkatan II ini juga akan hadir beberapa narasumber. Di antaranya Pengamat Politik Yudi Latif, Sosiolog DR. Syahganda Nainggolan, DR. Arief Budimanta, DR. Hajriyanto Y Thohari (Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014), DR. R Siti Zuhro (Pakar Politik LIPI) dan DR. M Alfan Alfian (Akbar Tandjung Institut).

Lebih lanjut, Boy Rafly yang memaparkan tema “Kemitraan Polri dan Generasi Muda dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Hukum”,  mengupas tentang bagaimana peran pemuda dari masa ke masa. Dimulai dari tahun 1908 yang ditandai dengan Pergerakan Budi Utomo, kemudian berlanjut ke Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, lalu Proklamasi Kemerdekaan pada 1945, dan pada Pergerakan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa melawan rezim Orde Lama, serta Pergerakan mahasiswa meruntuhkan Orde Baru 1998.

“Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Jadi, pemuda kita berhasil mengawal lahirnya Indonesia,” tegasnya.

Ia kemudian mengutip kata-kata Proklamator Republik Indonesia Soekarno, “Beri aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia”.

Pemuda sendiri sebagaimana dijelaskan dalam UU No 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Kemitraan Polri dengan Pemuda

Menurut Boy, Polri memiliki kemitraan dengan pemuda. Kemitraan tersebut perlu dibangun karena pemuda memiliki kualitas intelektual dan kematangan emosi, karena dapat beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan di sekitarnya sebagai Pelopor keamanan, dan ketertiban masyarakat.

“Jadi di sini pemuda dapat menjadi “mitra polisi” dengan memberikan informasi tentang gejala-gejala akan terjadi kriminalitas, atau bahkan telah terjadi tindakan kriminal,” jelas Boy.

Hal tersebut jelas dia, penting untuk diwujudkan, mengingat bahwa polisi di satu sisi  harus mewujudkan tujuan sosial yaitu ketertiban masyarakat yang menuntut polisi harus menggunakan instrumen sosial. Namun di sisi lain polisi harus mewujudkan tujuan hukum yaitu keadilan (justice) yang menuntut Polisi harus menggunakan instrument hukum.

“Peran ini sangat berpengaruh dalam kehidupan demokrasi,” tegasnya.

Ia lalu mengutip UUD 1945 Pasal 30 Ayat (4) yang menyebutkan bahwa Polri sebagai alat negara yang menjaga kamtibmas, bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

“UU NO 2 TAHUN 2002 Pasal 5 (1) Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikanperlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.”