Alumni Sesalkan Kasus Pembunuhan di SMA Taruna Nusantara

Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang/Foto: Facebook

Jakarta, Sayangi.Com– Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) Magelang menyesalkan terjadinya kasus pembunuhan yang menimpa Kresna Wahyu dan terjadi di dalam barak SMA Taruna Nusantara, Magelang. Polisi diminta mengusut kasus ini secara transparan dan profesional, untuk memastikan agar kasus serupa tidak lagi terulang.

“Siapa pun pelakunya dan apapun alasannya, harus diungkap sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata M Rachmat Kaimuddin, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikastara, Sabtu (4/1) seperti dikutip dari Antara.

Kasus pembunuhan siswa di dalam barak, menurut Rachmat, merupakan kejadian yang pertama kali dalam 27 tahun SMA Taruna Nusantara.

Kresna Wahyu Nurachmad, 15, adalah siswa kelas X SMA Taruna Nusantara, putra dari almarhum Brigjen (purn) Kartotok. Ia ditemukan tewas pada Jumat (31/3) sekitar pukul 04.00 WIB di Kompleks Barak Graha 17 Kamar 2 B Kompleks SMA Taruna Nusantara, Mertoyudan, Magelang.

Korban diketahui tewas setelah saksi Riyanto selaku pamong graha membangunkan para siswa untuk Salat Subuh melalui pintu utara wisma. Saksi berjalan melalui lorong wisma dengan memukul-mukulkan tongkat ke lantai. Para siswa terbangun, kecuali Kresna Wahyu yang terlihat tidur tertutup selimut. Saat selimutnya dibuka, ternyata lehernya berlumuran darah dan telah tewas.

Jenazah almarhum Kresna pada Jumat malam dimakamkan di TPU Giriloyo, yang berada di depan kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di pendapa kompleks SMA Taruna untuk memberi kesempatan kepada seluruh siswa dan pamong guru memberikan penghormatan terakhir. Sebelum diberangkatkan, jenazah Kresna, yang sering dipanggil dengan Eno, disalatkan di masjid sekolah.

Suasana haru menyelimuti jalannya pemakaman. Siswa, guru, dan orang tua murid turut melepas Eno hingga peristirahatan terakhir. Ibu Eno dan saudara kandungnya tak kuasa menahan tangis. Kakak perempuan Eno juga terus memegangi foto yang dibawa sejak dari sekolah hingga makam.