Jadi Tersangka Pembunuhan, AMR Ditahan dan Dipecat Dari SMA Taruna Nusantara

AMR (kanan), tersangka pembunuhan terhadap Krisna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara Magelang. Foto/Istimewa

Magelang, Sayangi.Com– Andi Muhammad Ramadhan (AMR), 16 tahun, telah ditetapkan Polda Jateng sebagai tersangka pembunuhan atas Kresna Wahyu Nurachmad (15), temannya sendiri sesama siswa kelas X SMA Taruna Nusantara Magelang.

Kepala SMA Taruna Nusantara, Puguh Santosa, menyatakan bahwa AMR akan dikeluarkan dari sekolah. Keputusan itu dibuat menyusul penetapan AMR sebagai tersangka pembunuhan atas Kresna Wahyu Nurachmad pada Jumat (31/3) dini hari.

“Jelas. Pasti kita keluarkan,” kata Puguh, saat jumpa pers bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono di Mapolres Magelang, Sabtu (1/4) siang.

Puguh menegaskan, ada beberapa hal yang membuat seorang siswa dikeluarkan. Aturan tersebut juga sudah diketahui oleh semua orang tua dan siswa saat masuk SMA Taruna Nusantara.

“Melakukan kekerasan keluar, memukul keluar, menyontek keluar, asusila keluar, dan memakai narkoba juga keluar,” kata Puguh.

Dengan nada getir, Puguh mengatakan, kasus pembunuhan ini membuat duka mendalam dan keprihatinan bagi semua pihak. Setelah ada kejadian tersebut, Puguh mengatakan akan ada evaluasi.

“Anak bangsa dari 34 provinsi ada di SMA Taruna Nusantara. Kejadian ini di luar logika, kami akan evaluasi,” kata Puguh.

Motif Sakit Hati

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menjelaskan bahwa penetapan AMR sebagai tersangka pembunuhan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 17 saksi, yakni 13 siswa dan tiga pamong SMA Taruna Nusantara serta satu kasir toko swalayan di Magelang.

Penetapan tersangka juga berdasarkan hasil autopsi yang dlakukan Kedokteran Kepolisian dan juga berdasarkan hasil identifikasi.

“Terakhir kami lakukan interogasi mengerucut, sehingga pelaku mengakuinya pada Jumat pukul 21.30 WIB,” kata Condro Kirono.

Menurut Kapolda, motif AMR melakukan pembunuhan adalah karena sakit hati. Pelaku beberapa kali melakukan pencurian buku tabungan temannya dan dengan buku tabungan tersebut pelaku mengambil uang. Perbuatan pelaku tersebut diketahui Kresna yang langsung mengingatkan pelaku sehingga merasa sakit hati.

Kapolda mengungkapkan, pisau yang digunakan AMR untuk membunuh Kresna dibeli dari salah satu toko swalayan di Magelang, pada Kamis (30/3).

“Sewaktu ditanya temannya untuk apa membeli pisau, dia jawab untuk membuat prakarya, padahal di SMA Tarusa Nusantara siswa tidak boleh membawa senjata tajam dan semua peralatan prakarya disediakan oleh sekolah,” katanya.

Jenazah Kresna Wahyu, yang merupakan putra dari almarhum Brigjen (purn) Kartotok, telah dimakamkan pada Jumat (31/3) malam di di TPU Giriloyo, yang berada di depan kompleks Akademi Militer Magelang.