Mendikbud Minta Kasus SMA Taruna Nusantara Tidak Digeneralisasi

Mendikbud Muhadjir Effendy

Kendari, Sayangi.Com– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta masyarakat tidak memukul rata (generalisasi) kasus tewasnya Kresna Wahyu, pelajar SMA Taruna Nusantara Magelang, dengan menyimpulkan bahwa kualitas sekolah asrama tidak bagus.

“Kejadian itu tidak bisa dipakai untuk memukul rata bahwa sekolah asrama berada dalam kondisi tidak bagus,” kata Muhadjir di Kendari, Minggu (2/4).

Menurut Muhadjir, kasus itu juga tidak bisa dianggap sebagai status darurat pendidikan, karena pembunuhan di SMA Taruna Nusantara baru terjadi sekali selama 27 tahun sekolah itu berdiri.

Muhadjir, yang merupakan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, mengakui bahwa guru dan pembina sekolah tidak bisa memantau dan mengawas kegiatan anak didik selama 24 jam di asrama.

Meski begitu, Muhadjir menyebut beberapa kelebihan sekolah asrama dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kemandirian, tanggung jawab, solidaritas, dan kedisiplinan siswa.

Ia mengemukakan bahwa saat ini program sekolah berasrama, khususnya untuk tingkat SMA, sedang dipersiapkan menjadi program prioritas pemerintah di bidang pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, juga mengatakan hal senada. Menurutnya, kasus pembunuhan teman sebarak di SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan kasus yang khusus.

“Ini special case, tidak bisa digeneralisasi untuk semua sekolah berasrama,” katanya, seperti dikutip Antara, Minggu (2/4).

Hamid mengaku kaget saat mendengar kabar pembunuhan teman seasrama hanya karena persoalan yang sepele.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kresna Wahyu Nurachmad, Siswa kelas X SMA Taruna Nusantara, pada Jumat (31/3) subuh, tewas dibunuh oleh teman sebaraknya Andi Muhammad Ramadhan, dengan sebilah pisau yang dibelinya dari toko swalayan pada Jumat (31/3).

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, motif pelaku pembunuhan adalah karena sakit hati kepada korban.