Kandungan Daging Kambing Ternyata Lebih Baik Dari Pada Daging Sapi, Loh!

Jakarta, Sayangi.com – Beragam mitos kehamilan telah beredar turun temurun di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagian orang mempercayainya sebagai sesuatu yang dapat diterapkan dalam rutinitas mereka. Pun masih banyak yang bertanya-tanya apakah mitos tersebut benar adalah fakta atau hanya sekedar kepercayaan tradisional masyarakat terdahulu.

Salah satu mitos yang sering kita dengar adalah tentang bahaya daging kambing untuk ibu hamil. Beberapa mitos menyebutkan bahwa Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi daging kambing lantaran berbahaya untuk kesehatan janin. Lalu bagaimana fakta sebenarnya?

Dr. Yuslam Edi Fidianto, SpOG, dari Mayapada Hospital mengungkapkan bahwa kandungan daging kambing ternyata jauh lebih baik dari pada daging sapi.

“Ya namanya juga mitos, ada yang benar ya ada yang gak benar, sebenarnya kandungan daging kambing justru lebih baik dari pada daging sapi” ujar Dr. Yuslam dalam acara diskusi hangat bersama Mayapada Hospital dibilangan Kh. Ahmad Dahlan Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dr. Yuslam menjelaskan bahwa hasil penelitian Alabama Cooperative Extension System (ACES) mengungkapkan bahwa daging kambing memiliki komposisi gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi, daging domba, daging babi dan ayam. Bahkan, daging kambing memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan dengan daging lainnya, sehingga berfungsi sebagai alternatif daging merah yang baik.

Tiga ons (85 gram) daging kambing mengandung 2,6 gram lemak dibandingkan dengan 7,9 gram daging sapi, domba (8,1 gram), babi (8,2 gram) dan ayam (6,3 gram). Dari sudut pandang kalori untuk jumlah yang sama, daging kambing memiliki 122 kalori (kal), dibandingkan daging sapi (179 kal), domba (175 kal), babi (180 kal) dan ayam (162 kal).

“Daging kambing juga memiliki semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh bersama dengan tingkat tinggi zat besi yang dapat membantu untuk orang anemia,” imbuh Dr. Yuslam.

Dr. Yuslam menyarankan, bagi bumil yang ingin mengonsumsi daging steak, ada baiknya pilih daging steak yang well done, alias matang penuh. Dan lebih berhati-hati dengan sate, karena proses pembakaran sate merusak protein pada daging yang dapat memicu kanker.

Dalam diskusi yang membahas topik tentang mitos seputar kehamilan dan anak tersebut hadir pula artis cantik Kinaryosih yang tengah hamil 7 bulan. Artis yang pernah bermain di film Alexandria dan Mendadak Dangdut ini pernah menerapkan mitos soal air kelapa dan kacang hijau pada saat kehamilan keduanya. Menurut mitos yang ia dengar, minum banyak air kelapa hijau agar rambut anaknya yang berjenis kelamin perempuan dapat lebih tebal dan hitam, serta tidak sering flu. Lalu bagaimana fakta sebenarnya?

Menurut Dr. Yuslam Edi Fidianto, SpOG, air kelapa hijau mengandung elektrolit, boleh saja diminum oleh ibu hamil, namun jangan berlebihan, karena kalium yang terdapat dalam air kelapa hijau mempengaruhi jantung dan dapat menyebabkan lemas. Faktanya, mitos kehamilan soal air kelapa hijau tidak ada hubungannya dengan rambut maupun kulit bayi.

“Air kelapa hijau tidak membuat kulit bayi menjadi putih, karena warna kulit bayi erat kaitannya dengan genetik. Jadi, boleh saja jika bunda minum air kelapa hijau, tapi maksimum 2-3 kali seminggu saja ya,” tutup Dr.Yuslam.