Dapat Gelar Adat Minangkabau, Kapolri Bergelar Sutan Rajo Paga Alam

Kapolri Tito Karnavian dianugerahi gelar adat Minangkabau dan bergelar Sutan Rajo Paga Alam. Pemberian gelar berlangsung di Mapolda Sumbar, Minggu (2/4/2017) malam.
Kapolri Tito Karnavian dianugerahi gelar adat Minangkabau dan bergelar Sutan Rajo Paga Alam. Pemberian gelar berlangsung di Mapolda Sumbar, Minggu (2/4/2017) malam.

Padang, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima gelar kehormatan adat Minangkabau dari Suku Sikumbang Kamang Mudiak Kabupaten Agam, yang berlangsung di Mapolda Sumbar, Padang, Minggu (2/4) malam.

Penganugerahan gelar tersebut diserahkan oleh Ninik Mamak kaum suku Sikumbang, Boy Lestari Datuk Palindiah, bersama dengan majelis Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).

Hadir dalam acara ini Gubernur Sumbar Prof. DR. Irwan Prayitno, Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Ketua LKAAM Kabupaten se-Sumbar, tokoh adat ninik mamak, panghulu suku Sikumbang beserta bundo kanduang.

Kapolri Tito Karnavian dianugerahi gelar Sutan Rajo Paga Alam dan istrinya Ir. Tri Suswati diberi gelar Siti Linduang Alam.

“Sutan berarti sultan atau orang baik, Rajo  berarti raja, Paga berarti pagar atau benteng, dan Alam berarti alam Indonesia,” kata Syafri Datuak Siriah Mahadirajo, saat penyampaian gelar.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu menyatakan, pemberian gelar adat untuk Kapolri sah secara adat Minangkabau. Sebab yang diberikan ialah sangsako, yakni semacam gelar kehormatan, bukan sako yang merupakan gelar kaum yang diwariskan melalui garis keturunan.

“Gelar sangsako merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang berjasa untuk Minangkabau, Agama, Bangsa dan Negara”, kata Sayuti.

Menurut Sayuti, Kapolri Tito Karnavian adalah sosok pemimpin muda yang cerdas dan memenuhi kriteria tersebut sehingga layak untuk dianugerahi gelar Sutan Rajo Paga Alam.

Kapolri dinilai telah berjasa dan berbudi kepada Sumbar dengan menaikkan status Polda Sumbar, dari tipe B ke A. Tito juga dinilai berkawan dengan banyak orang Minang.

“Berbudi dibalas dengan berbudi,” kata M. Sayuti.