Sidang Lanjutan Kasus e-KTP Hadirkan 9 Saksi

Pada sidang keempat kasus e-KTP, Kamis (30/3) lalu, jaksa penuntut umum mengkonfrontasi saksi Miryam Haryani dengan 3 penyidik dari KPK.

Jakarta, Sayangi.Com– Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) pada Senin (3/4) hari ini. Agenda sidang kelima ini masih pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum KPK.

Ada sembilan saksi yang akan dihadirkan, empat dari kalangan DPR RI, dan lima lainnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

Empat dari kalangan DPR adalah Melchias Mekeng selaku mantan Ketua Badan Anggaran DPR, Khatibul Umam Wiranu selaku mantan anggota Komisi II, Jafar Hafsah selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat 2010-2014, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey selaku mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari Fraksi PDIP.

Lima saksi lainnya adalah Dian Hasanah selaku PNS Kementerian Dalam Negeri, Eva Ompita selaku mantan Sekretaris Nazaruddin (mantan Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat yang tersangkut beberapa kasus korupsi), Vidi Gunawan selaku adik Andi Agustinus alias Andi Narogong (tersangka dalam kasus ini), Yosep Sumartono yang disebut mengantar uang ke Miryam Hariyani (Anggota DPR Fraksi Partai Hanura), dan Munawar yang belum dijelaskan apa perannya.

Dua orang mantan pejabat di Kementerian Dalam negeri, Sugiharto dan Irman, menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliyun ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus ini, yakni Andi Agustinus atau juga sering disebut dengan Andi Narogong.

Kasus dugaan korupsi e-KTP mendapat perhatian luas dari publik karena besarnya nilai kerugian negara, juga karena banyaknya tokoh politik yang dalam dakwaan jaksa KPK disebut menerima suap. Antara lain Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto, mantan Mendagri Gamawan Fauzi, mantan Ketua DPR Marzuki Ali, dan sejumlah anggota DPR yang sudah menyampaikan bantahan.