Polisi: Tersangka Makar Berencana Tabrakkan Mobil Untuk Duduki Gedung DPR

Kombes Pol. Argo Yuwono/Foto: Tri Setyo

Jakarta, Sayangi.com– Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi terus melakukan penyidikan terhadap para tersangka permufakatan makar yang saat ini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Dari hasil penyidikan, kata Argo, terungkap bahwa para tersangka permufakatan makar berencana menabrakkan mobil ke pagar gedung DPR. Itu salah satu langkah yang diambil agar bisa masuk dan menduduki gedung DPR/MPR.

“Nantinya akan menduduki DPR/MPR, masuk ke gedung DPR/MPR itu ada beberapa jalan yang akan dilewati. Ada juga caranya dengan menabrakkan kendaraan yaitu truk atau kendaraan lain ke pagar belakang DPR,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/4).

Selain itu, kata Argo, para tersangka permufakatan makar juga berencana memasuki kompleks Parlemen Senayan melalui gorong-gorong.

“Ada tujuh pintu dari hasil rapat itu, ada gorong-gorong, nanti lewat situ bisa masuk (Gedung DPR). Dengan asumsi, jika massa sudah masuk gedung DPR, akan sulit untuk dikeluarkan. Ini sudah ada permufakatan 2 sudah ada niat yang dihasilkan dari rapat itu,” paparnya.

Saat ditanya, siapa yang mencetuskan ide untuk menabrakkan mobil ke gedung DPR, Argo belum mau mengungkap. Menurutnya, hal tersebut masih didalami penyidik.

Argo mengungkapkan topik lain yang dibahas saat pertemuan para tersangka permufakatan makar di Kalibata, Jakarta Selatan dan Menteng, Jakarta Pusat.

Menurutnya, dalam pertemuan itu antara lain dibahas bahwa diperlukan dana Rp3 miliar untuk mendukung gerakan menjatuhkan Pemerintah. Dana Rp3 miliar itu masih dalam perencanaan, belum terealisasi.

Argo juga mengatakan, penyidik saat ini sedang menelusuri dana yang digunakan untuk mendukung kegiatan 31 Maret lalu atau disebut aksi 313.

“Ada yang digunakan untuk sewa bus, dan untuk logistik,” katanya.