Irjen Arief: Penyimpangan dalam Seleksi Anggota Polri Tak Boleh Terjadi

Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyanto saat memberikan arahan kepada panitia selesi anggota Polri di Polda Sumatera Barat, Minggu (2/4/2-2017) malam.

Padang, Sayangi.com – Asisten SDM Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto menegaskan tidak boleh terjadi penyimpangan dalam seleksi anggota Polri, kalau instruksi tersebut dilanggar maka pihaknya tak segan-segan memberikan tindakan keras dan tegas.

Hal itu disampaikan Arief saat memberikan arahan khusus kepada panitia selesi anggota Polri di Polda Sumatera Barat, Minggu (2/4/2017) malam.

Kegiatan itu dilaksanakan di sela-sela kunjungan kerja Kapolri untuk pengukuhan peningkatan Type Polda Sumatera Barat dari tipe B menjadi  tipe A.

Dalam arahannya, Arief menekankan pentingnya proses seleksi yang bersih, akuntabel dan bebas KKN. Dengan mengingatkan sumpah yang sudah dilakukan Arief meminta suruh panitia seleksi Berkaca dari kejadian penyimpangan dalam proses seleksi tahun 2016 yang terjadi di Polda Sumsel.

Arief berharap kejadian serupa tidak terjadi di Polda Sumbar maupun Polda lainnya karena tidak menutup kemungkinan pola perilaku itu bisa saja terjadi di Polda lain. Kapolri menurutnya sudah wanti-wanti mengingatkan akar proses seleksi dilakukan dengan cara bersih dan akuntabel karena hal ini juga menjadi visi yang telah dicanangkan dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya.

Ditegaskan Arief, semua sistem dan prosedur serta prinsip-prinsip seleksi yang sudah ada harus ditaati dan diterapkan dengan benar dan konsisten. Tetapi  sistem yang baik juga itu harus diawaki oleh manusia yang berintegritas dan punya komitmen.

“Jangan mudah tergoda dengan berbagai bentuk iming-iming dari pihak-pihak yang berupaya melakukan jalan pintas dengan KKN. Kalau hal ini terjadi maka kita akan gagal untuk memperoleh calon anggota Polri berkualitas yang akhirnya dapat merusak organisasi Polri,” tegas Irjen Arief.

Oleh karena itu, lanjut Arief, masing-masing personil harus mampu menjaga diri dan mematuhi sumpahnya dengan menghindari penyimpangan.

“Pimpinan Polri tidak ingin kejadian seperti di Polda Sumsel terulang kembali, itu merupakan kejadian terakhir. Kalau ternyata terjadi maka akan diberikan sanksi yang tegas dan keras,” katanya.

(Baca: Bersihkan Proses Rekrutmen, Mabes Polri Copot 4 Perwira Polda Sumsel)

Pada kesempatan itu Arief juga mengingatkan bahwa seluruh panitia sudah disumpah sehingga harus taat dengan sumpahnya.

Proses seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2017 saat ini baru dalam tahap pendaftaran. Arief menekankan agar proses rekrutmen tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya dan tidak terjadi penyimpangan. Komitmen anti KKN ini harus terus ditekankan baik kepada panitia seleksi, calon siswa dan orang tua maupun pihak lain untuk melaksanakan seluruh proses sesuai ketentuan.