Masih Skripsi, IMM Ajukan Penangguhan Penahanan Zainudin Arsyad

Perwakilan dari Fokal IMM, M. Ihsan saat datang ke Direskrimum Polda Metro Jaya, Senin (3/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).
Perwakilan dari Fokal IMM, M. Ihsan saat datang ke Direskrimum Polda Metro Jaya, Senin (3/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).

Jakarta, Sayangi.com – Tim Advokasi dari Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) mendatangi  Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.  Menurut perwakilan tim advokasi Fokal IMM, M. Ihsan, kedatangan mereka guna mengajukan penangguhan penahanan terhadap salah satu tersangka dugaan permufakatan makar yakni Zainudin Arsyad.

“Tujuan kami datang ke sini untuk menemui penyidik kasus adik kami, Zainudin Arsyad, untuk meminta agar Zainudin diberikan penangguhan penahanan,” ujar Ihsan di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/4).

Ihsan juga mengatakan, permintaan penangguhan ini tidak lepas karena Zainudin tengah menjalani proses pengerjaan Skripsi di kampusnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya mendiskusikan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Kami sudah mendiskusikan hal tersebut dengan pihak penyidik, dan penyidik sudah setuju dengan pengajuan penangguhan penahanan yang bersangkutan,” jelasnya.

Ihsan juga memaparkan, kasus yang menjerat Zainudin adalah kasus nasional, oleh karena itu pihak advokat Fokal IMM diharuskan mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hal tersebut menurutnya, agar diketahui oleh pimpinan kepolisian.

“Kita diharuskan mengajukan permohonan ke Bapak Kapolda Metro serta Bapak Kapolri. Hari ini akan langsung kita proses, secara prinsip penyidik sudah mendukung,” paparnya.

Lebih jauh Ihsan mengungkapkan, tiga orang yang diamankan bersama Zainudin Arsyad telah dibebaskan. Ketiga orang tersebut adalah Benny Pramula, Eka Putra dan Ferry.

“Mereka bertiga dibebaskan karena mereka masih berstatus saksi dan buktinya mungkin belum cukup. Sementara, Zainudin ditahan karena telah berstatus tersangka,” bebernya.

Seperti diketahui, Zainudin dijemput polisi karena diduga telah melakukan pemufakatan Makar yang waktunya bersamaan dengan Penangkapan sekjen FUI, Muhammad Alkhaththath pada Jumat (31/3) lalu.