Paripurna DPD Ricuh, Sempat Terjadi Adu Mulut dan Saling Dorong

Rapat Paripurna DPD RI Senin (3/4) sempat ricuh. Foto: Sayangi.com/Fahri.
Rapat Paripurna DPD RI Senin (3/4) sempat ricuh. Foto: Sayangi.com/Fahri.

Jakarta, Sayangi.com – DPD RI menggelar sidang paripurna dengan agenda pembacaan putusan Mahkamah Agung (MA) yang  membahas tentang pergantian pimpinan DPD. Sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPD GKR Hemas dan Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad itu sempat diwarnai kericuhan mulai dari adu mulut hingga saling dorong.

Kericuhan terjadi bermula dari senator asal Jawa Timur Ahmad Nawardi yang memprotes soal putusan rapat panitia musyawarah (Panmus).

Usai Nawardi berbicara, aksi saling dorong antar anggota terjadi. Bahkan, aksi saling merebut menduduki podium sidang juga terjadi sehingga salah satu anggota DPD sempat terjatuh.

Setelah sidang dibuka, sidang paripurna pun tak berjalan mulus karena ada adu mulut antar senator dan hujan interupsi di sepanjang sidang.

Salah satu anggota DPD mempermasalahkan agenda sidang paripurna padahal pada rapat Panmus DPD diketahui masih belum memenuhi titik temu. Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah Panmus membicarakan salah satu poin putusan MA.

“Ini hanya didengar oleh Panmus saja. Agar semua anggota tahu, kok bikin kita gaduh, bacakan aja, selesai,” ujar salah satu anggota DPD di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen  Senayan, Jakarta, Senin (3/4)

Seorang anggota DPD lain bernama Bambang menyampaikan bahwa dirinya tidak termasuk anggota Panmus. Karenanya ia ingin mengetahui apa putusan MA yang sempat dibahas dalam rapat Panmus.

“Saya anggota biasa yang mengikuti alur undangan yang saya terima, saya terima undangan 25 Maret acara kita pengesahan tatib (tata tertib) dan pemilihan pimpinan DPD, kami terima nya itu. Kemudian ada surat hari ini agendanya yang pertama pembacaan putusan MA dan kemudian Panmus mau menambahkan agenda lain silahkan,” ujarnya.

Kini sidang masih berlangsung. Namun  belum ada titik temu terkait apa yang dibahas dalam sidang paripurna tersebut.