Polri: Penahanan 7 Anggota Polda Sumsel ‘Shock Therapy’ Untuk Polda Lain

Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Sebanyak tujuh anggota dan seorang PNS Polda Sumatera Selatan resmi ditahan, penahanan tersebut karena mereka diduga menerima suap saat rekrutmen anggota Polri tahun 2016. Sementara, uang yang berhasil diamankan dalam kasus ini sebesar Rp 4,7 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul membenarkan para anggota Polda Sumsel tersebut sudah ditahan. Kasus ini menurut Martinus tengah diselidiki oleh pihak Propam Mabes Polri.

“Itu sudah dilakukan penahanan dalam kaitan penyelidikan kasus adanya suap oleh Propam Mabes Polri. Saat ini masih diajukan kode etik, mengenai pidana akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/4).

Martinus juga mengatakan, penahanan tersebut merupakan peringatan untuk kepolisian sendiri. Pasalnya, kepolisian tengah menggalakkan integritas dan kejujuran.

“Ini bagian dari shock therapy Polda lain yang akan lakukan rekruitmen. Kita berupaya bersih dan dapatkan polisi yang intergritas dan memiliki kapabilitas,” tuturnya.

Lebih jauh Martinus merasa prihatin dengan tindakan beberapa oknum kepolisian tersebut. Namun, ia juga merasa bangga dengan kinerja kepolisian yang membongkar praktik tersebut.

“Ini juga prestasi pengawas internal untuk pengawasannya. Tapi disisi lain itu keprihatinan ada praktik-praktik pungutan seperti ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan pungli tersebut turut disita barang bukti berupa uang sebesar Rp 4,7 miliar. Delapan orang yang diperiksa dintaranya, Kombes Pol SS, AKBP SF, AKBP EK, AKBP TD, AKBP DDP, Kompol MS, Brigadir LF dan seorang PNS berinisial FT.

Selain uang, petugas juga mengamankan beberapa bukti lain, seperti buku tabungan, sebuah BPKB mobil dan sebuah BPKB sepeda motor.