Hasil Penelitian Ungkap CLBK Dipicu Oleh Hormon Oksitosin

Jakarta, Sayangi.com – Dalam dunia percintaan, sebagian orang pasti pernah mengalami fase putus-nyambung atau cinta lama bersemi kembali (CLBK). Rasa sayang yang masih tersisa atau bahkan kenangan yang masih disimpan kadang dapat menjadi alasan seseorang untuk menjalani fase CLBK. Tapi tahukah Anda, CLBK juga terkait erat dengan kerja hormon di tubuh Anda, loh!

Berdasarkan hasil sebuah penelitian mengenai fenomena CLBK atau yang disebutnya sebagai “Lost Love Project” oleh para psikolog di California State University di Sacramento, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa CLBK dipicu oleh hormon dalam tubuh seseorang.

Love Lost Project ini melakukan penelitian terhadap orang-orang yang dalam hidupnya pernah menjalin hubungan lagi dengan mantan kekasih setelah lebih dari lima tahun berpisah. Sebanyak 62% dari responden penelitian yang bertemu mantan kekasih melalui internet dan situs jejaring pertemanan seperti Facebook atau Myspace, sebenarnya sudah menikah.

Nancy Kalish, Ph.D, psikolog dan pengajar di California State University di Sacramento, Amerika Serikat mengungkapkan ketika sepasang remaja jatuh cinta untuk pertama kalinya, tubuh dua sejoli tersebut melepaskan hormon cinta bernama oxytocin dan vasopressin yang tugasnya membuat kita merasa tertarik secara fisik, merasa dekat dan nyaman dengan orang yang kita sukai. Rupanya, kedua hormon ini diam-diam juga membentuk kenangan emosi di otak dan menyimpannya rapat-rapat di suatu tempat bernama amygdala. Demikian seperti dilansir dari laman Psycologytoday, Selasa (4/4/2017).

Dan ketika pasangan tersebut bertemu kembali setelah bertahun-tahun berpisah, memori di otak akan melepaskan kembali ingatan lama tentang perasaan dekat, nyaman, dan emosi menyenangkan lain, berkaitan dengan kekasih lama tersebut. Kenangan indah inilah yang secara fisiologis dapat memicu terjadinya CLBK.

Hasil riset ini juga mengungkapkan bahwa pasangan yang berpeluang lebih besar untuk mengalami CLBK adalah mereka yang kisah cinta pertamanya mempunyai penyebab putus antara lain karena tidak disetujui orangtua, pindah ke lain kota, atau terlalu muda waktu pertama kali berpacaran. Sementara bagi pasangan yang penyebab pisahnya karena konflik atau ketidakcocokan, kecil kemungkinan untuk CLBK.

Uniknya, cinta pascapertemuan kembali dua orang yang telah lama tak bersua ini bisa juga terjadi pada bekas sahabat semasa kecil, bekas teman satu geng saat remaja, atau mungkin mantan tetangga di kampung halaman.

Cinta juga bisa tumbuh pada orang-orang yang sewaktu kecil berteman dekat karena perasaan dekat dan familiar, serta kesamaan akar dan nilai-nilai yang dianut oleh mereka yang pernah tumbuh dan berkembang bersama di lingkungan yang sama. Tak jarang, beberapa orang yang dulunya bersahabat saat kecil dapat menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih dikemudian hari.