Fokal IMM: Zainudin Arsyad Tidak Mungkin Menggerakan Aksi Makar

Sekjen Fokal IMM Arsul Tanjung (kanan memakai baju batik) saat memberi keterangan pers, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Sekjen Fokal IMM Arsul Tanjung (kanan memakai baju batik) saat memberi keterangan pers, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Sekjen koordinator Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Arsul Tanjung, mengatakan, tersangka makar Zainudin Arsyad tidak mungkin menggerakan aksi makar. Hal ini menurut Arsul karena posisi Zainudin yang masih mahasiswa.

“Posisinya tidak signifikan seperti yang lain, yang sesuai Undang-Undang orang yang mengkoordinir menyiapkan dan melakukan perbuatan makar itu. Zainuddin ini kan mahasiswa, tidak mungkin untuk bisa menggerakkan pelaksanaan pemufakatan makar,” ujar Arsul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/4).

Arsul juga mengatakan, pengajuan penahan tersebut juga didasari oleh status Zainudin yang masih sebagai mahasiswa tingkat akhir yang tengah mengerjakan skripsi. Oleh karena itu, Arsul berani menjamin Zainudin tidak akan melarikan diri.

“Untuk itulah kami berani menjamin bahwa Zainuddin ini tidak akan melarikan diri,” tegasnya.

Lebih jauh Arsul menganggap bahwa apa yang dilakukan Zainudin hanya sebagai bentuk sikap kritis anak muda. Ia menolak apa yang dilakukan Zainudin merupakan tindakan makar.

“Bahwa yang dilakukan oleh Zainuddin ini bukanlah sebuah kegiatan makar, tapi lebih kepada kepedulian dia terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara. Adik-adik kami ini sebatas kritis ingin memperbaiki kondisi bangsa dalam versi mahasiswa,” paparnya.

Arsul juga menilai penangakapan Zainudin atas kasus permufakatan makar terlalu berlebihan. Menurutnya, apa yang dilakukan Zainudin hanya sebatas sikap keprihatinan melihat kondisi bangsanya.

“Penangkapan Zainudin ini sebuah alasan yang terlalu berlebihan dituduh melakukan pemufakatan makar. Kalau saya bilang adik-adik ini nakal yang positif, mereka mempunyai keinginan untuk memperbaiki negara ini kedepan lebih baik,” jelasnya.

Seperti diketahui, polisi menahan lima orang tersangka atas kasus dugaan permufakatan makar pada Jumat (31/3). Kasus ini turut menyeret nama Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath serta mahasiswa UMY Yogyakarta Zainudin Arsyad. Hingga saat ini kelima tersangka masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.