Jenis Sepatu Dan Kesehatan Kaki

Foto Dreamtime.com
Foto Dreamtime.com

Alas kaki atau kasut adalah produk seperti sepatu dan sandal yang dipakai untuk melindungi kaki terutama bagian telapak kaki. Alas kaki melindungi kaki agar tidak cedera dari kondisi lingkungan seperti permukaan tanah yang berbatu-batu, berair, udara panas, maupun dingin. Alas kaki membuat kaki tetap bersih, melindungi dari cedera sewaktu bekerja, dan sebagai gaya busana.

Alas kaki yang dikenakan bukan hanya soal penampilan, melainkan berkaitan langsung dengan kesehatan kaki. Dilansir dari liveinthenow.com (4/4/17) Dibawah ini beberapa jenis alas kaki yang lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya bagi kesehatan kaki

Flip Flop. Foto pinterest.com
Flip Flop. Foto pinterest.com

1.Flip-flops
Alas kaki ‘sejuta umat’ yang paling praktis dan nyaman, jawabannya hanya sandal jepit. Namun, menurut Andrew Shapiro, podiatris yang juga juru bicara bagi American Podiatric Medical Association di Amerika Serikat, sandal jepit adalah salah satu alas kaki terburuk. “Kebanyakan orang mengenakan sandal jepit sebagai alas kaki sehari-hari, padahal sebenarnya sandal jepit hanya dimaksudkan untuk penggunaan di pantai atau di kolam renang.

Sandal jepit tidak mampu menopang arch pada telapak kaki dan tidak melindungi kaki sama sekali, sehingga sangat rentan cedera,” jelas Shapiro. Risiko cedera akibat sandal jepit antara lain terkilir, jari kaki patah, hingga yang lebih kronis seperti tendonitis (peradangan pada tendon) dan plantar fasciitis (rasa sakit pada tumit dan bagian bawah kaki).

Solusi: Instead of flip-flops, kenakan the real sandal alias sandal yang memiliki tali/strap di bagian belakangnya. Kenakan sandal jepit hanya untuk jarak dekat atau saat ke pantai.

High Hell. Foto Pinterest
High Hell. Foto Pinterest

2.High heels
Sepatu berhak tinggi memang menyuntikkan rasa percaya diri lebih, namun bagi kaki, high heels bisa menjadi siksaan tersendiri. “Sepatu dengan hak lebih dari lima cm dapat menyebabkan masalah. Tendon Achilles (tendon yang membentang dari tulang tumit ke otot betis) memendek ketika kaki mengenakan sepatu berhak tinggi, jadi ketika memakainya terlalu sering, tendon tersebut bisa memendek dengan kronis dan akhirnyaberakibat tendonitis,” jelas Shapiro.

Masalahnya, kaki adalah fondasi tubuh yang primer, dan jika kaki sakit, maka semua di atasnya—mulai dari lutut, pinggul, pinggang, hingga punggung—juga bisa ikut sakit.

Solusi: Kenakan high heels hanya pada saat-saat tertentu, misalnya pesta. Lalu bagaimana jika kantor mengharuskan  memakai sepatu berhak tinggi setiap hari? Kenakan high heels hanya saat masuk dan keluar kantor. Tambahkan cushion yang diletakkan dalam sepatu untuk mengurangi tekanan pada tumit.

Foto BestProduct .com
Foto BestProduct .com

3.Pointy-toed shoes
Sepatu berujung runcing atau yang bagian depannya menyempit memang memberi kesan sharp dan sleek, apalagi jika sepatu tersebut juga berhak tinggi. Tapi itu berarti juga memberi dua siksaan sekaligus pada kaki. Setidaknya ada tiga risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika hobi memakai sepatu berujung pointy.

“Selain metatarsalgia (rasa sakit dan peradangan pada bagian metatarsal atau telapak kaki) dan hammer toes (deformitas pada kaki dimana kaki membengkok ke bawah), sepatu runcing dapat menyebabkan neuroma, atau peradangan saraf antara jari kaki. Pengobatannya bisa dengan terapi, suntikan, atau operasi,” tutur Shapiro.

Solusi: Pilih sepatu dengan ‘ruang’ yang lebih luas. No matter how pretty your pointy-toed shoes is, tetap tidak baik untuk kaki.

Foto Houser Shoes
Foto Houser Shoes

4.Flat shoes
Bagi kebanyakan wanita, tiada yang lebih nyaman di kaki selain sepatu flats (well, mungkin ternyaman kedua setelah sandal jepit). Dengan sepatu flats, kaki  tidak harus melengkung aneh layaknya memakai sepatu high heels dan tidak menyempit di depan seperti sepatu runcing.

Namun sayangnya, Shapiro kembali menjelaskan, “Sepatu datar merupakan pengembangan dari sandal jepit karena sedikit lebih melindungi kaki, namun sepatu datar juga memberi risiko tendonitis, plantar fasciitis, dan risiko gangguan lainnya yang terkait dengan lack of support pada bagian kaki.”

Solusi: Jika Anda tak bisa hidup tanpa flats, pilih flats yang punya sol yang mantap dan kokoh di bagian tumit. Cara terbaik mengetahui apakah sebuah flats baik untuk kaki  adalah dengan melipatnya. Jika flats tersebut bisa dilipat dan muat ke dalam handbag berukuran kecil, they’re probably not good for your feet.

Foto Heels.com
Foto Heels.com

5.Backless/strapless shoes
Variasi model sepatu wanita memang tiada habisnya, dan siapapun yang menciptakan desain sepatu backless pastilah tidak memikirkan kesehatan dan lebih mementingkan estetika. “Pada sepatu tanpa support di bagian belakang seperti itu, jari-jari kaki akan bekerja keras ‘menggenggam’ sepatu untuk support, dan banyak wanita yang terkena hammer toes karenanya.

Kaki juga bisa kapalan karena bagian belakang sepatu terus-menerus ‘menepuk’ bagian tumit saat Anda berjalan,” jelas Shapiro.

Solusi: Pilih sepatu yang komplet, alias tidak backless. Alas kaki yang bagus adalah alas kaki yang punya support baik di area tumit, di bagian arch, dan ‘ruang’ yang lega untuk jari-jari kaki.

Foto The New York Times
Foto The New York Times

6.Walking shoes
Walking shoes didesain dengan mengikuti mekanika tubuh, lebih fleksibel di area bawah jari kaki (ball of the foot) untuk mempermudah pergerakan keseluruhan kaki, dan support yang sangat baik di bagian arch sebagai point of impact.

Berbeda dengan running shoes. Running shoes memiliki support lebih baik di bagian tumit sebagai point of impact. Running shoes bisa digunakan untuk berjalan kaki 

Catatan : Walking shoes tidak dapat digunakan untuk berlari karena walking shoes tak memiliki support yang cukup baik untuk berlari.

Dari Berbagai Sumber