MK Tolak Gugatan Rano, Wahidin Halim Sah Gubernur Banten Terpilih

Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta/Foto: Sayangi.Com

Jakarta, Sayangi.Com– Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan gugatan pasangan Rano Karno dan Embay Mulya Syarif, terkait hasil perhitungan suara hasil Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Banten Tahun 2017.

Majelis hakim yang dipimpin Ketua MK Arief Hidayat, dalam amar putusannya menyatakan, gugatan pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief tidak memenuhi syarat Pasal 158 UU Pilkada karena selisih suara kekalahannya lebih dari 1 persen.

Majelis hakim juga menolak sejumlah dalil yang menjadi dasar gugatan pasangan Rano-Embay.

“Pemohon tidak memenuhi kedudukan hukum yang kuat. Dengan ini permohonan pemohon ditolak,” kata Ketua MK Arief Hidayat saat membacakan amar putusan, di Gedung MK, Selasa (3/4).

Pasangan nomor urut 1 Rano Karno -Embay Mulya Syarief pada Pilkada Banten 2017 memperoleh 2.321.323 suara (49,05%), sedangkan Wahidin Halim -Andika Hazrumy meraih 2.411.213 suara (50,95%). Rano-Embay kalah 89.890 suara atau 1,90%.

Mengacu pada pasal 158 UU No.8 Tahun 2015 tentang Pilkada, syarat mengajukan gugatan hasil Pilkada untuk daerah yang berpenduduk 6-12 juta adalah selisih satu persen. Jumlah penduduk Provinsi Banten adalah 10 juta, sehingga termasuk dalam kategori ini.

Berdasarkan putusan ini, pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sudah sah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih.

Selain Pilkada Provinsi Banten, MK juga menolak gugatan atau permohonan perkara perselisihan hasil pilkada Nanggroe Aceh Darussalam yang diajukan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5 Muzakir Manaf (Mualem)-TA Khalid. Itu berarti, pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sah menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Aceh terpiih.