BKSDA Apresiasi Polisi Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi

Bukti satwa dilindungi yang berhasil diungkap Polda Metro Jaya, Selasa (4/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Bukti satwa dilindungi yang berhasil diungkap Polda Metro Jaya, Selasa (4/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Pihak Polda Metro Jaya berhasil mengungkap perdagangan satwa dilindungi. Dalam pengungkapan tersebut polisi mengamankan seorang tersangka berinisial AM dengan barang bukti tiga ekor satwa yang dilindungi yakni seekor macan dahan, beruang madu dan orang utan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yanang Lima mengatakan, pihak BKSDA mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap perdagangan satwa langka tersebut. Selain itu, Yanang juga menjelaskan bahwa tiga ekor satwa yang sangat langka dan terancam punah.

“Semua satwa yang berhasil diamankan oleh kepolisian merupakan jenis apendiks 1. Dimana satwa jenis apendiks 1 ini adalah jenis satwa yang sangat langka dan sangat dilarang untuk diperjualbelikan atau dipelihara,” ujar Yanang di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/4).

Yanang juga menjelaskan, keberadaan satwa tersebut di alam sudah sangat berkurang. Menurutnya ada banyak hal yang menyebabkan populasi satwa tersebut menurun tiap tahunnya.

“Mulai berkurang karena beberapa hal, terutama karena ekosistemnya rusak dan perburuan. Oleh karena itu, setiap orang dilarang untuk memelihara, kalau diplihara bisa dipindana dan dikenakan denda,” paparnya.

Untuk orang utan yang ikut diamankan dalam kasus tersebut, Yanang mengatakan pihak BKSDA akan memeriksa DNA nya. Hal tersebut guna mengetahui asal dari orang utan itu.

“Orangutan, akan diujikan DNA nya. Agar kita tahu dia berasal dari Sumatra atau Kalimantan,” pungkasnya.