Ragam Manfaat Hebat Teh Oolong yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta, Sayangi.com – Teh menjadi minuman yang populer di dunia sejak ratusan tahun yang lalu. Ada beberapa jenis teh yang kerap dikonsumsi sebagai minuman antara lain teh hijau, teh hitam, teh putih, dan teh oolong. Keempat jenis teh tersebut merupakan hasil olahan daun, tunas, dan batang dari tanaman Camellia Sinensis.

Kendati tak setenar teh merah, teh hitam, ataupun teh hijau, teh yang lahir dari pegunungan di Tiongkok ini juga dipercaya memiliki ragam khasiat hebat bagi kesehatan Anda.

Dilansir dari Webmd, Rabu (4/5/2017), semua jenis teh termasuk teh oolong kaya akan kandungan antioksidan, polyphenol dan flavonoid yang dapat membantu menangkal radikal bebas penyebab kanker dan penyakit mematikan lainnya. Teh juga mengandung kafein dan theanine. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat, jantung, dan otot. Teh oolong juga mengandung teofilin dan teobromin yang mirip dengan kafein.

Kendati berasal dari tanaman yang sama, namun setiap jenisnya memiliki perbedaan, terutama dari segi pengolahan hingga manfaatnya. Teh oolong merupakan teh yang melalui proses fermentasi sebagian, sedangkan teh hitam diolah melalui fermentasi keseluruhan, dan teh hijau tanpa proses fermentasi sama sekali. Semakin banyak proses fermentasi yang dijalani, kandungan polyphenol di dalam teh akan berkurang. Sementara itu, proses fermentasi sendiri menyebabkan pembentukan dua senyawa, yakni theaflavin dan thearubigins. Senyawa ini memberikan rasa dan warna yang khas, serta manfaat kesehatan tersendiri pada teh oolong dan teh hitam.

Meskipun teh hijau dan teh hitam merupakan jenis the yang paling banyak ditemui di berbagai negara maju, namun keberadaan teh oolong juga banyak dicari lantaran khasiatnya. Dirangkum dari laman Healthline, berikut beberapa manfaat teh oolong yang perlu diketahui antara lain:

  • Menjaga Kadar Kolesterol. Dari sebuah penelitian skala kecil, kandungan antioksidan pada teh oolong diyakini dapat membantu menjaga kadar kolesterol dalam tubuh pada pasien dengan penyakit jantung koroner.
  • Menstabilkan Gula Darah. Penderita diabetes tipe 2 cenderung memiliki kadar glukosa darah yang tinggi. Berdasarkan sebuah studi dalam skala kecil, teh oolong diduga kuat dapat membantu penggunaan obat diabetes untuk menjaga kadar glukosa dalam darah.
  • Mencegah Tekanan Darah Tinggi. Penelitian di cina menunjukkan bahwa minum teh oolong secara teratur setiap hari juga dipercaya dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi hingga sekitar 50%.
  • Mengurangi Risiko Kanker Ovarium. Sebuah studi mengungkapkan bahwa meminum teh hijau, teh hitam maupun teh oolong setiap hari dipercaya dapat mengurangi risiko kanker ovarium pada wanita.
    Mengobati Alergi Kulit. Tak hanya baik untuk kesehatan kulit, sebuah penelitian juga menemukan bahwa meminum cangkir teh oolong diduga dapat membantu mengatasi dermatitis atopik.
  • Meningkatkan Konsentrasi dan Perfoma. Kafein yang terdapat pada teh oolong dianggap mampu meningkatkan fokus dan kinerja mental Anda. Teh oolong dapat menjadi minuman berenergi untuk meningkatkan performa Anda ketika beraktivitas seharian.
  • Membantu Menurunkan Berat Badan. Konsumsi oolong dipercaya dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang berkaitan dengan penurunan berat badan.
  • Mencegah Osteoporosis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi teh oolong memiliki kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak.

 

Efek Samping Teh Oolong
Meskipun diyakini memiliki segudang manfaat, Anda juga perlu membatasi asupannya. Mengonsumsi teh oolong lebih dari lima cangkir sehari dapat menyebabkan beberapa efek samping, mulai dari yang ringan hingga serius. Hal tersebut dikarenakan pengaruh buruk dari kelebihan kafein. Adapun efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain sakit kepala, pusing, denyut jantung tidak teratur, susah tidur, gugup, diare, muntah, iritasi, telinga berdenging, hingga kejang-kejang.

Umumnya, teh oolong aman dikonsumsi oleh orang dewasa atau anak-anak. Namun, bagi para ibu hamil tidak dianjurkan meminum teh oolong lebih dari dua gelas sehari, karena jumlah tersebut mengandung sekitar 200 mg kafein. Terlalu banyak kafein pada masa kehamilan dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur dan membahayakan kesehatan janin. Terlalu banyak kafein pada masa menyusui juga dapat menyebabkan iritasi usus pada bayi.

Jadi, Anda harus sebijak mungkin dalam mengonsumsi teh oolong ini agar mendapatkan khasiatnya secara maksimal. Yang perlu jadi catatan adalah teh oolong ini bukanlah pengganti obat, jadi Anda dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter jika terjadi masalah kesehatan serius seperti di atas.