Hadapi Kasus Dana Kampanye Ilegal, Presiden Brasil Bisa Dimakzulkan

Presiden Brasil Michel Temer

Brasilia, Sayangi.Com– Mahkamah tinggi pemilu Brasil di Kota Brasilia, pada Selasa (4/4) waktu setempat, mulai menyidangkan kasus dana kampanye ilegal yang bisa mengarah pada pencopotan Presiden Michel Temer, yang tahun lalu mengambil alih kekuasaan dari Presiden Dilma Rousseff karena dimakzulkan.

Kasus dana kampanye ilegal yang disidangkan oleh Mahkamah Pemilihan Umum (TSE) itu bisa membatalkan hasil pemilihan presiden 2014 yang dimenangi pasangan Dilma Rousseff dan Michel Temer, demikian dikutip dari Reuters.

Putusan yang diambil oleh mayoritas tujuh hakim TSE bisa mengakhiri masa singkat kepresidenan Temer dan mengharuskan Kongres untuk memilih presiden pengganti dalam waktu 30 hari.

Pencopotan terhadap presiden kedua, dalam waktu satu tahun, dikhawatirkan bisa menciptakan kekacauan politik pada saat perekonomian Brasil sedang menunjukkan kebangkitan, dan sedang berupaya memulihkan tingkat kredit investasinya.

“(Pencopotan) akan semakin membingungkan,” kata mantan presiden Fernando Henrique Cardoso dari partai PSDB. Ia mengingatkan kemungkinan kondisi itu saat diwawancara oleh sebuah stasiun radio, Senin (3/4).

Cardoso meminta pengadilan untuk tidak membuat keputusan yang bisa membuat investor lari.

Posisi Temer sebagai presiden dan janjinya untuk memotong defisit serta melakukan reformasi terhadap undang-undang kepensiunan telah menjadikan mata uang dan pasar saham negara itu menjadi salah satu yang terbaik di dunia tahun lalu.

Selain itu, para investor menyambut baik perubahan menuju agenda yang lebih ramah investasi setelah berada di bawah pemerintahan Partai Buruh selama 13 tahun.

Hakim TSE yang bertugas mempelajari kasus ini, Herman Benjamin, dijadwalkan menyampaikan rekomendasi dalam suatu laporan setebal 1.086 halaman, yang diserahkan pekan lalu, bahwa pengadilan bisa membatalkan pemilihan presiden pada 2014.

Pengadilan bisa memutuskan untuk menutup kasus itu, karena Rousseff sudah tidak menjabat sebagai presiden, atau menyatakan bahwa kemenangannya pada pemilu dibatalkan.

Namun, pengadilan juga dapat memutuskan bahwa Temer tidak bertanggung jawab dalam pendanaan ilegal. Dengan demikian, ia bisa menjadi kandidat pemilihan tidak langsung di Kongres, tempat koalisinya menempati kursi terbanyak.