Kasus Pungli Polda Sumsel, Polri Akan Buka File Perekrutan Tahun 2015

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjenpol Rikwanto mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus pungli perekrutan anggota Polri tahun 2015 dan 2016 di Polda Sumatera Selatan. Oleh karena itu, pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa file perekrutan tersebut.

“Karena itu terjadi 2015, maka perlu dibuka lagi file-filenya, memeriksa pihak-pihak yang berdinas waktu itu. Supaya datanya itu lengkap,” ujar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/4).

Rikwanto juga mengatakan, saat ini kasus tersebut masih didalami oleh pihak Propam Polri. Menurutnya, pihak Propam Polri masih terus melakukan pemeriksaan intensif hingga saat ini.

“Sedang dilakukan pemeriksaan intensif. Nanti perkembangannya kita lihat apa ada yang terlibat lagi di situ dan bagaimana prosesnya. Kita menunggu hasil pemeriksaan, nanti kita lihat,” katanya.

Lebih jauh Rikwanto memaparkan, saat ini Propam Polri telah memeriksa delapan orang anggota Polda Sumsel dalam kasus tersebut. Namun, kata Rikwanto, tidak menutup kemungkinan jumlah itu akan bertambah.

“Jadi mungkin nanti akan ada yang diperiksa lagi. Terutama pada yang berdinas pada 2015 itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus dugaan pungli tersebut turut disita barang bukti berupa uang sebesar Rp 4,7 miliar. Delapan orang yang diperiksa dintaranya, Kombes Pol SS, AKBP SF, AKBP EK, AKBP TD, AKBP DDP, Kompol MS, Brigadir LF dan seorang PNS berinisial FT.

Selain uang, petugas juga mengamankan beberapa bukti lain, seperti buku tabungan, sebuah BPKB mobil dan sebuah BPKB sepeda motor. (S2)